Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Jogja-KoPi| Kulon Progo harus menyiapkan Rumah Sakit (RS) berstandar internasional untuk mendukung New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang diprediksi akan menambah jumlah wisatawan asing di Kulon Progo.

Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwana X mengatakan Kulon Progo harus memiliki RS berstandar internasional untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan di Kulon Progo.

“Kita harus punya persiapan, pertama Kulon Progo membangun RS yang memenuhi standar internasional dari perpanjangan tangan RS Sardjito”, tambahnya saat memberikan sambutan di seminar HUT ke-44 PSKK UGM.

Rumah sakit bertaraf internasional diperlukan karena Sultan tidak menginginkan Jogja seperti Bali pada zaman dulu yang siap dengan tempat wisatanya tapi tidak siap dengan RS yang berstandar internasional.

“Jangan sampai Jogja seperti Bali dulu, ada bom tapi rumah sakit tidak berstandar internasional. Akhirnya banyak korban terluka yang dilarikan ke Australia. Tempat wisata siap tapi RS tidak siap dengan standarisasi internasional. Kita tidak mau seperti itu”, tambahnya.

Sementara, RS Sardjito telah selama tiga tahun terakhir diarahkan untuk mendapatkan dan memberikan standar internasional.

“RS Sardjito sudah kami minta harus memenuhi standar internasional, 3 tahun ini kita arahkan ke standar internasional”, ujar Sultan.

Sultan berharap dengan dibangunnya RS berstandar internasional di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan dan barat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Jogja.

“Dengan dibangunnya RS di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah sebelah selatan dan barat dengan harapan ikut memberikan kontribusi pembangunan ekonomi di Jogja yang sudah jalan ini”, jelasnya.

back to top