Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Jogja-KoPi| Kulon Progo harus menyiapkan Rumah Sakit (RS) berstandar internasional untuk mendukung New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang diprediksi akan menambah jumlah wisatawan asing di Kulon Progo.

Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwana X mengatakan Kulon Progo harus memiliki RS berstandar internasional untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan di Kulon Progo.

“Kita harus punya persiapan, pertama Kulon Progo membangun RS yang memenuhi standar internasional dari perpanjangan tangan RS Sardjito”, tambahnya saat memberikan sambutan di seminar HUT ke-44 PSKK UGM.

Rumah sakit bertaraf internasional diperlukan karena Sultan tidak menginginkan Jogja seperti Bali pada zaman dulu yang siap dengan tempat wisatanya tapi tidak siap dengan RS yang berstandar internasional.

“Jangan sampai Jogja seperti Bali dulu, ada bom tapi rumah sakit tidak berstandar internasional. Akhirnya banyak korban terluka yang dilarikan ke Australia. Tempat wisata siap tapi RS tidak siap dengan standarisasi internasional. Kita tidak mau seperti itu”, tambahnya.

Sementara, RS Sardjito telah selama tiga tahun terakhir diarahkan untuk mendapatkan dan memberikan standar internasional.

“RS Sardjito sudah kami minta harus memenuhi standar internasional, 3 tahun ini kita arahkan ke standar internasional”, ujar Sultan.

Sultan berharap dengan dibangunnya RS berstandar internasional di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan dan barat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Jogja.

“Dengan dibangunnya RS di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah sebelah selatan dan barat dengan harapan ikut memberikan kontribusi pembangunan ekonomi di Jogja yang sudah jalan ini”, jelasnya.

back to top