Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Jogja-KoPi| Sultan Hamengkubuwana X mengatakan perang proxi ibarat nabuh nyilih tangan dalam peribahasa Jawa, saat memberikan sambutan di kegiatan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan tema Perjalanan Sejarah Persandian Menuju Cyber Security di hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (15/5).

Indonesia perlu mengantisipasi serangan proxi war dari berbagai negara di dunia karena Indonesia adalah target dari proxi war.

"Indonesia menjadi target serangan proxi war karena strategis dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya", jelas Sultan.

Proxi war tidak dinyatakan secara terbuka, namun dirahasiakan. Perang proxi dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga, seperti menggunakan negara lain baik dalam bentuk pengerusakan budaya, moral generasi muda maupun dalam bentuk cyber terror dan cyber crime yang mengambil data rahasia suatu negara.

"Senjata yang digunakan bukan lagi senjata militer, namun penghancuran budaya, ekonomi, serta moral generasi muda", jelasnya.

Selain itu, Sultan juga menyebutkan Amerika menyerang Indonesia secara tidak terang-terangan, namun melalui Malaysia, Singapura, bahkan Cina.

"AS memilih perang proxi dengan menggunakan negara lain seperti Malaysia, Singapura, juga menggunakan teror menggunakan China tapi pendanaaanya dari AS", tambahnya

Sultan menyebut hal tersebut ibarat "nabuh nyilih tangan" dalam bahasa Jawa. Selain itu Indonesia juga terancam proxi war yang dilancarkan dalam bentuk cyber crime dan cyber terror melalui internet dan komputer.

Menurutnya cyber terror dan cyber crime dapat mengambil data rahasia negara dan menyebarkannya secara bebas.

"Data rahasia dapat diambil dan disebarkan secara bebas, RS harus kembali menggunakan sistem pencatatan manual karena komputernya di hack", jelas Sultan.

Cyber Security yang kuat dapat digunakan untuk menangkal cyber crime dan cyber teror dalam proxi war.

Sehingga lembaga persandian negara yang mencakup semua ilmu tentang pengamanan data rahasia di negara harus mampu menangani masalah tersebut, terutama kerahasian data negara.

Diperlukan persandian dengan keamanan yang canggih untuk melawan proxi war dalam bentuk cyber crime dan cyber teror sehingga terbentuk cyber security.

"Persandian dengan keamanan yang canggih dapat menjadi cyber security yang dapat melindungi Indonesia dari cyber crime dan cyber teror", pungkas Sultan.

back to top