Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Jogja-KoPi| Acara Pesonan pangan Nusantara yang kembali digelar di Yogyakarta  27 November 2015 -1 Desember 2016, kali ini tampak berbeda. Terlihat beberapa stand makanan asing yang memenuhi stand yang ada dalam pameran.

Dari 171 stand yang ada terdapat lebih dari 15 stand makanan asing. Stand-stand asing ini memberi warna baru dalam pameran. Stand UMKM dan makanan lokal terlihat tenggelam di antara stand-stand makanan asing, terlihat dari desain stad dan harga yang ditawarkan.

Desain stand makanan asing yang dihiasi dengan miniature dan mode modern tentu berbeda dengan desain stand-stand UMKM dan makanan lokal yang penuh dengan kesederhanaan.

Namun stand-stand UMKM dan makanan lokal optimis dapat mengalahkan stand-stand asing.

"Kami optimis dapat bersaing dengan stand-stand makanan asing, kami tidak akan takut dengan mereka, produk lokal juga memiliki keistimewaan sendiri dibanding produk asing", jelas Suci Wirastama, owner Tri Angle Brownish salah satu UMKM di Balikpapan.

Pameran yang seharusnya untuk mempromosikan pangan nusantara malah berubah menjadi ajang persaingan antar pangan nusantara dan pangan asing. Pengusaha jenis kuliner asing diberikan kebebasan dalam membuka stand di pameran ini dengan membayar uang sewa stand. Para pemilik stand makanan asing pun memanfaatkan pameran ini sebagai media promosi mereka.

"Pameran Pangan Nusantara berfungsi sebagai ajang promosi kita, untuk memperkenalkan produk kita", ujar Ailie, owner Kiddo, salah satu jenis makanan Jepang. |Frenda Yentin|

back to top