Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Jogja-KoPi| Acara Pesonan pangan Nusantara yang kembali digelar di Yogyakarta  27 November 2015 -1 Desember 2016, kali ini tampak berbeda. Terlihat beberapa stand makanan asing yang memenuhi stand yang ada dalam pameran.

Dari 171 stand yang ada terdapat lebih dari 15 stand makanan asing. Stand-stand asing ini memberi warna baru dalam pameran. Stand UMKM dan makanan lokal terlihat tenggelam di antara stand-stand makanan asing, terlihat dari desain stad dan harga yang ditawarkan.

Desain stand makanan asing yang dihiasi dengan miniature dan mode modern tentu berbeda dengan desain stand-stand UMKM dan makanan lokal yang penuh dengan kesederhanaan.

Namun stand-stand UMKM dan makanan lokal optimis dapat mengalahkan stand-stand asing.

"Kami optimis dapat bersaing dengan stand-stand makanan asing, kami tidak akan takut dengan mereka, produk lokal juga memiliki keistimewaan sendiri dibanding produk asing", jelas Suci Wirastama, owner Tri Angle Brownish salah satu UMKM di Balikpapan.

Pameran yang seharusnya untuk mempromosikan pangan nusantara malah berubah menjadi ajang persaingan antar pangan nusantara dan pangan asing. Pengusaha jenis kuliner asing diberikan kebebasan dalam membuka stand di pameran ini dengan membayar uang sewa stand. Para pemilik stand makanan asing pun memanfaatkan pameran ini sebagai media promosi mereka.

"Pameran Pangan Nusantara berfungsi sebagai ajang promosi kita, untuk memperkenalkan produk kita", ujar Ailie, owner Kiddo, salah satu jenis makanan Jepang. |Frenda Yentin|

back to top