Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

South Mountain Paradise di Gunungkidul merusak lingkungan

South Mountain Paradise di Gunungkidul merusak lingkungan

Jogja-KoPi|Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama Koalisi Masyarakat Peduli Lingkungan Sewu (KMPPS) meminta penghentian Proses Pembangunan South Mountain Paradise di bukit Karst Gunung Sewu ,Gunungkidul.

Pembangunan yang dilakukan PT. Gunung Samudra Tirtomas (SGT) di Pantai Seruni, Tepus dinilai mengancam Kawasan Lindung Karst Kab. Gunungkidul. Pembangunan ini dikuatirkan akan menghilangkan sungai dan mata air bawah tanah di kawasan tersebut.

"Pembangunan ini merupakan salah bentuk perusakan kawasan hutan alam, padahal di situ ada sungai bawah tanah yang merupakan tempat tinggal hewan endemik disana,"ujar Halik Sandera ,Direktur WALHI DIY, saat jumpa Pers, Senin (31/7)

Proyek tersebut juga direncanakan akan mendirikan sejumlah resort, Hotel, dan Villa. Seluas 3 hektare tanah dan perbukitan Gunung Sewu sudah diratakan dengan tanah dan siap dibangun bangunan sejak awal tahun 2017.

Meski pembangunan sudah berjalan, namun berdasarkan keterangan WALHI sampai saat ini PT belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan juga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Gunung Sewu.

"Mengenai IMB dan AMDAL,seharusnya tidak boleh ada bangunan yang dapat mengancam kawasan alam,"tuturnya.


WALHI juga melihat bisnis tersebut selain merusak lingkungan, pembangunan tersebut merupakan upaya privatisasi PT pada kawasan tersebut.

KBAG gunung sewu merupakan kawasan lindung geologi bagian dari kawasan lindung nasional yang ditetapkan melalui keputusan menteri ESDM no. 345 K/40/MEM/2014.

Walhi menilai Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Gunungkidul terindikasi kuat tidak serius dalam menjaga kawasan karst di kawasan Bentang Alam (KBAG) Gunung Sewu.

Tak hanya itu, beberapa Perda Gunungkidul dan Rencana Pemkab juga menyebutkan bahwa Gunung Sewu adalah lokasi lindung Geologi Gunungkidul.

Dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)Kab Gunungkidul tahun 2016-2021 menekankan pula bahwa lokasi tersebut harus dikelola pemanfaatan lingkungannya.

"Perda no.6 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Gunungkidul pun jelas bahwa dalam pengelolaan kawasan lindung geologi, dalam strateginya harus ada pemantapan fungsi kawasan lingkungan agar bisa beradaptasi terhadap dampak resiko bencana. Pembangunan ini tentunya akan meningkatkan resiko,"ucap Haikal

Pemda Gunungkidul diduga melakukan tindak pembiaran atas pengerusakan KBAG dan melanggar perda Kab Gunungkidul nomor 11 tahun 2012 tentang bangunan gedung.

Berdasarkan permasalahan ini,39 organisasi dan individu yang terjaring di KMMPS menuntut beberapa poin kepada pemkab Gunungkidul.

Seperti menghentikan perusakan KBAG Gunungsewu, Permintaan kepada Pemkab untuk segera menghentikan proses pembangunan PT, dan Pemkab juga diminta menjalankan amanat RPJMD kab. Gunungkidul.

"Kami juga mengajak elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian bentang alam dan Ekosistem Karst Gunung Sewu,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top