Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sosiolog Unair: Penggusuran Dolly tidak boleh asal

foto: KoPi foto: KoPi

Surabaya-KoPi. Gang Dolly menjadi pusat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Dampak sosial terutama terhadap pendidikan generasi sangat buruk. Anak-anak tidak lagi memiliki keyakinan dan kepercayaan diri. Mereka tumbuh dalam tekanan mental. Mereka mengalami kebingungan pada masa depan. Sebagian lagi tumbuh di dalam cara prostitusi itu sendiri.

Demikian, rangkuman perasaan Tri Rismaharini dari beberapa pernyataan waktu lalu. Masa depan generasi di sekitar Dolly khususnya, dan umumnya Surabaya adalah pondasi legitimasi kebijakan mengubah Dolly sebagai sentra baru aktivitas sosial yang konstruktif. Yaitu menjadi sentra bermain anak-anak, aktivitas relijius, dan pasar jajanan khas Surabaya.


Namun, semudah itukah melakukan perubahannya? Dra. Sutinah, MSi, sosiolog Universitas Airlangga (Unair) setuju prostitusi dihilangkan dari Dolly. Akan tetapi, sosiolog bidang pembangunan ini menyeru pemkot agar menggunakan metode implementas kebijakan yang tepat.

"Ada 17 elemen pekerjaan di gang Dolly yang siap tergusur juga. Mereka harus mendapatkan perhatian dalam bentuk bantuan modal, pemberian keterampilan bisnis, dan pendampingan pasar".

Sutinah menolak kebijakan tanpa perhitungan matang, baik pada persiapan, implementasi dan dampak. Dia mengingatkan bahwa dalam sosiologi ada yang disebut teori balon.

"Jika menekan keras pada sisi ini, udara akan mengalir dan mencari ruang kosong. Jika Dolly ditekan (dibubarkan, red) maka para penghuninya baik germo dan pekerja seks komersial akan mencari tempat baru".

Sosiolog berkacamata ini mengingatkan pemkot dan walikota agar memiliki persiapan matang secara metodologis jika tidak ingin kebijakan ini memberi masalah baru lebih rumit.*

 

Reporter: NS

back to top