Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sosiolog Unair: Penggusuran Dolly tidak boleh asal

foto: KoPi foto: KoPi

Surabaya-KoPi. Gang Dolly menjadi pusat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Dampak sosial terutama terhadap pendidikan generasi sangat buruk. Anak-anak tidak lagi memiliki keyakinan dan kepercayaan diri. Mereka tumbuh dalam tekanan mental. Mereka mengalami kebingungan pada masa depan. Sebagian lagi tumbuh di dalam cara prostitusi itu sendiri.

Demikian, rangkuman perasaan Tri Rismaharini dari beberapa pernyataan waktu lalu. Masa depan generasi di sekitar Dolly khususnya, dan umumnya Surabaya adalah pondasi legitimasi kebijakan mengubah Dolly sebagai sentra baru aktivitas sosial yang konstruktif. Yaitu menjadi sentra bermain anak-anak, aktivitas relijius, dan pasar jajanan khas Surabaya.


Namun, semudah itukah melakukan perubahannya? Dra. Sutinah, MSi, sosiolog Universitas Airlangga (Unair) setuju prostitusi dihilangkan dari Dolly. Akan tetapi, sosiolog bidang pembangunan ini menyeru pemkot agar menggunakan metode implementas kebijakan yang tepat.

"Ada 17 elemen pekerjaan di gang Dolly yang siap tergusur juga. Mereka harus mendapatkan perhatian dalam bentuk bantuan modal, pemberian keterampilan bisnis, dan pendampingan pasar".

Sutinah menolak kebijakan tanpa perhitungan matang, baik pada persiapan, implementasi dan dampak. Dia mengingatkan bahwa dalam sosiologi ada yang disebut teori balon.

"Jika menekan keras pada sisi ini, udara akan mengalir dan mencari ruang kosong. Jika Dolly ditekan (dibubarkan, red) maka para penghuninya baik germo dan pekerja seks komersial akan mencari tempat baru".

Sosiolog berkacamata ini mengingatkan pemkot dan walikota agar memiliki persiapan matang secara metodologis jika tidak ingin kebijakan ini memberi masalah baru lebih rumit.*

 

Reporter: NS

back to top