Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sosialisasi Sistem SPAN dan Mass Debet BRI AKMIL

Sosialisasi Sistem SPAN dan Mass Debet BRI AKMIL

Magelang-KoPi| Sebanyak 1143 organik Akmil, baik militer maupun PNS mengikuti "Sosialisasi metode pembayaran gaji dengan sistem SPAN (Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara) dan fasilitas Mass debet BRI" di gedung Lily Rochli Akademi Militer, Rabu (27/1).

Acara ini dibuka Dirbinlem Akmil, Kolonel Inf Wisnu PB yang sekaligus membacakan amanat Gubernur Akmil, Mayjen TNI Hartomo dan dihadiri oleh pejabat distribusi dan wakil pimpinan BRI Cabang Magelang beserta staf.

Dalam arahannya, Gubernur Akmil menyampaikan bahwa sistem pembayaran gaji dengan sistem SPAN ini merupakan kebijakan baru agar dapat dimengerti oleh seluruh organik Akmil. Sistem SPAN ini akan diberlakukan, khususnya di Akmil mulai bulan Maret 2016 dengan alur dimulai dari Satuan Kerja/satker, input data sampai Bank terkoneksi.

Adapun tujuan dari metode SPAN adalah dalam rangka mewujudkan penyempurnaan keuangan dan anggaran pemerintah serta terlayaninya publik secara effisien. Sistem SPAN ini memiliki kelebihan, yaitu terintegrasinya data dari berbagai kebutuhan hanya dengan satu entry saja dan perbedaannya adalah sistem "baru" gaji masuk rekening secara utuh, setelah itu dipotong debet oleh juru bayar sedangkan sistem lama gaji masuk rekening setelah dipotong kewajiban hutang/pinjaman.

Dengan demikian maka dengan sistem SPAN ini, pengambilan gaji harus menunggu proses selama kurang lebih 2-3 jam, baru bisa diambil. Selanjutnya sistem pemotongan gaji dilakukan dengan fasilitas "Mass Debet" atau debet massal, dimana para juru bayar diberi waktu H-1 untuk penyelesaian kewajiban/pinjaman. Pihak BRI mengingatkan agar buku tabungan disimpan dengan baik dan jangan sampai hilang dan apabila hilang segera lapor dan akan diganti "butab" baru dengan nomor rekening baru.

Untuk layanan nasabah bisa menghubungi nomor Customer Service 14017 dengan beaya lokal serta diingatkan jangan menghubungi nomor yang ada di ATM. Diakhir acara, Dirbinlem mengajak agar organik Akmil dapat memahami perubahan sistem pembayaran gaji sistem SPAN dalam rangka penyempurnaan keuangan dan anggaran negara yang lebih baik, akuntabel dan menghindari bentuk penyelewengan.

back to top