Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Sosialisasi mengatasi nyamuk demam berdarah dengan Wolbachia

Sosialisasi mengatasi nyamuk demam berdarah dengan Wolbachia

Jogja-KoPi| Bekti Dwiandrini, Koordinator Eliminate Dengue Projects (EDP)Pusat Kedokteran Tropis UGM mengatakan bahwa terkait Pengembangan Nyamuk Wolbachia masih memerlukan sosialisasi ke masyarakat. Kompetisi pembuatan film pendek tingkat SLTA adalah salah satu upaya tersebut.

Saat ini, pelepasan nyamuk Wolbachia yang dilakukan oleh EDP dari UGM masih berbentuk penelitian. Bekti menjelaskan sudah ada 7 kelurahan di Yogyakarta yang mencoba pelepasan nyamuk berbibit Wolbachia. Pelepasan ini merupakan langkah awal dari EDP Yogyakarta untuk memantau dampak Wolbachia dalam jangka panjang.

"Sejak pertengahan Agustus tahun lalu,baru 7 kelurahan yang kita lakukan uji coba bibit Wolbachia seperti kelurahan,Tegal Rejo,Kricak, dan sebagian kelurahan di barat Utara

Yogyakarta.Kita berharap masyarakat dapat terlindungi dari Aedes Aegypti, dan selama dua tahun ini kita akan dampak apakah ada penurunan nyamuk Aedes aegypti," jelas Bekti di Gedung Perpustakaan Daerah Grahatama, Sabtu (11/3).

Sehingga beberapa upaya mensosialisasikan juga dilakukan EDP terkait dengan pelepasan Nyamuk Wolbachia. Selain lewat sosialisasi dari kelurahan ke kelurahan, EDP bekerja sama Festival Film Pelajar Jogjakarta menggelar kompetisi pembuatan film pendek berkaitan dengan tema Demam Berdarah dan Nyamuk Wolbachia.

Bekti menekankan meski film ini berbentuk seolah kampanye untuk mengetahui kegiatan EDP lebih dalam, namun Bekti juga berharap agar Siswa dapat berperan aktif dalam mengatasi permasalahan demam berdarah.

"Tujuannya film pendek untuk memberikan kesadaran terhadap teman-teman SMA, selain bentuk sosalisasi dan kampanye film dari EDP, harapannya teman-teman mengetahui apa yang kami lakukan dan dapat menjelaskan di masyarakat," tekan Bekti.

Mengenai kompetisi ini, kompetisi film pendek tersebut diikuti oleh 15 Sekolah SMA sederajat se-Yogyakarta meliputi SMA Muhammadiyah 5, SMK berbudi Yogyakarta, SMA BOPKRI 1, SMA Negeri 3, SMK Negeri 2, MAN 1, SMA Muhamadiyah 2, SMK Piri 3, SMKN 7, SMA Ma'arif, SMK Piri 1,SMA Negeri 4, SMK Marsudi Luhur 1, SMK Muhammadiyah 1 dan SMA Negeri 10.

Equatori Prabowo selaku Media dan Komunikasi Informasi EDP Yogyakarta menjelaskan kelima belas sekolah ini dipilih karena memiliki latar belakang atau memliki kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan teater, media audio-visual, dan perfilman. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top