Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

SMAN I Mertoyudan pelatihan Bela Negara di AKMIL

SMAN I Mertoyudan pelatihan Bela Negara di AKMIL

Magelang-KoPi| Siswa – siswi SMA N I Mertoyudan yang berjumlah 271 orang , terdiri dari putra 126 dan putri 145 orang, selama dua hari para siswa dan siswi mengikuti pelatihan Bela Negara di lembah tidar Akmil.

Pelaksanaan upacara pembukan di lapangan Departeman Jasmani Militer Akmil, dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai irup wakil Direktur Pembinaan Lembaga Kolonel Arm Alvis Anwar, turut hadir pula dalam kesempatan itu ketua panitia dari SMA N Mertoyudan bp Drs Hamid Anwari, para guru SMA negeri I Mertoyudan dan pelatih – pelatih Akmil (Kamis/07/01).

Pelatihan Bela Negara kali ini materi yang diberikan kepada siswa dan siswi meliputi wawasan kebangsaan, peraturan baris berbaris, team work, lagu – lagu kebangsaan dan naik gunung Tidar.

Hal ini dimaksudkan untuk membangun dan membentuk sikap dan perilaku yang disiplin, cinta tanah air, kerja sama antar siswa/siswi (jiwa korsa) dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun kepada kawannya, nasionalisme dan patriotisme sangat ditekankan kepada peserta didik dalam upaya menghantar mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi, bahkan sampai menuju cita-cita, dengan tetap membanggakan bangsa dan Negara Indonesia.

Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam urusan membela negara, karena bela negara sudah diatur dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 30 dan dalam UU No 3 tahun 2002 pasal 9 tentang pertahanan negara.

Aturan itu dijelaskan bahwa keikutsertaan warga negara (termasuk pelajar), dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Bela Negara.

Generasi penerus bangsa harus dibekali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, dalam disiplin dan ilmu pengetahuan yang mereka tekuni. Melalui Pendidikan Bela Negara di SMP atau SMA, akan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara.

back to top