Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

SMAN I Mertoyudan pelatihan Bela Negara di AKMIL

SMAN I Mertoyudan pelatihan Bela Negara di AKMIL

Magelang-KoPi| Siswa – siswi SMA N I Mertoyudan yang berjumlah 271 orang , terdiri dari putra 126 dan putri 145 orang, selama dua hari para siswa dan siswi mengikuti pelatihan Bela Negara di lembah tidar Akmil.

Pelaksanaan upacara pembukan di lapangan Departeman Jasmani Militer Akmil, dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai irup wakil Direktur Pembinaan Lembaga Kolonel Arm Alvis Anwar, turut hadir pula dalam kesempatan itu ketua panitia dari SMA N Mertoyudan bp Drs Hamid Anwari, para guru SMA negeri I Mertoyudan dan pelatih – pelatih Akmil (Kamis/07/01).

Pelatihan Bela Negara kali ini materi yang diberikan kepada siswa dan siswi meliputi wawasan kebangsaan, peraturan baris berbaris, team work, lagu – lagu kebangsaan dan naik gunung Tidar.

Hal ini dimaksudkan untuk membangun dan membentuk sikap dan perilaku yang disiplin, cinta tanah air, kerja sama antar siswa/siswi (jiwa korsa) dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun kepada kawannya, nasionalisme dan patriotisme sangat ditekankan kepada peserta didik dalam upaya menghantar mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi, bahkan sampai menuju cita-cita, dengan tetap membanggakan bangsa dan Negara Indonesia.

Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam urusan membela negara, karena bela negara sudah diatur dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 30 dan dalam UU No 3 tahun 2002 pasal 9 tentang pertahanan negara.

Aturan itu dijelaskan bahwa keikutsertaan warga negara (termasuk pelajar), dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Bela Negara.

Generasi penerus bangsa harus dibekali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, dalam disiplin dan ilmu pengetahuan yang mereka tekuni. Melalui Pendidikan Bela Negara di SMP atau SMA, akan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara.

back to top