Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sepotong cerita dari “Si Jemblung” Banjarnegara

Sepotong cerita dari “Si Jemblung” Banjarnegara

Banjarnegara-KoPi-Empat hari sudah berlalu pasca longsor “Si Jemblung” Banjarnegara, Jawa Tengah. Semua tim gabungan berjumlah 1.300 orang yang terdiri dari berbagai element masyarakat berusaha semaksimal mungkin mencari korban yang tertimbun gundukan tanah liat.

Semua korban selamat dan warga sekitar bencana juga sudah diungsikan ke tempat yang aman. Merekapun mendapatkan bantuan penuh dari berbagai pihak. Pencarian korban bencana yang diperkirakan menelan lebih dari 108 orang itu tak kunjung selesai-selesai. Luasnya medan yang hampir 5 ha, kontur tanah berlumpur, dan cuaca yang kurang bersahabat menjadi penghambat jalannya evakuasi korban.

Berbagai alat berat dan peralatan manual seperti cangkul dan skop juga telah disediakan. Kemungkinan 100% korban meninggal di temukan sangatlah kecil, mengingat tingginya tanah yang mencapai 8 m menutup pemukiman warga yang tertimbun.

Sejauh ini korban meninggal yang berhasil di temukan sebanyak 64 orang dan terhitung sekitar 1.800 pengungsi di sepuluh titik pengungsian yang disediakan pemerintah. Pemerintah daerah maupun pusat telah memberikan tanggap cepat darurat dalam mengatasi masalah bencana tersebut.

Berikut adalah upaya Pemerintah, antara lain: evakuasi korban meninggal maupun selamat, pengidentifikasian korban, pemakaman, bantuan logistik, obat-obatan, MCK, bantuan BBM, dan pembukaan jalur antar kabupaten Banjarnegara-Pekalongan.

Dalam kesempatan liputan yang dilakukan KoranOpini.com pada Minggu (14/12) di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara, berhasil mengabadikan beberapa foto sebagai gambaran suasana pasca tanah longsor.|Irfan Ridlowi|

 

 

 

back to top