Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sepotong cerita dari “Si Jemblung” Banjarnegara

Sepotong cerita dari “Si Jemblung” Banjarnegara

Banjarnegara-KoPi-Empat hari sudah berlalu pasca longsor “Si Jemblung” Banjarnegara, Jawa Tengah. Semua tim gabungan berjumlah 1.300 orang yang terdiri dari berbagai element masyarakat berusaha semaksimal mungkin mencari korban yang tertimbun gundukan tanah liat.

Semua korban selamat dan warga sekitar bencana juga sudah diungsikan ke tempat yang aman. Merekapun mendapatkan bantuan penuh dari berbagai pihak. Pencarian korban bencana yang diperkirakan menelan lebih dari 108 orang itu tak kunjung selesai-selesai. Luasnya medan yang hampir 5 ha, kontur tanah berlumpur, dan cuaca yang kurang bersahabat menjadi penghambat jalannya evakuasi korban.

Berbagai alat berat dan peralatan manual seperti cangkul dan skop juga telah disediakan. Kemungkinan 100% korban meninggal di temukan sangatlah kecil, mengingat tingginya tanah yang mencapai 8 m menutup pemukiman warga yang tertimbun.

Sejauh ini korban meninggal yang berhasil di temukan sebanyak 64 orang dan terhitung sekitar 1.800 pengungsi di sepuluh titik pengungsian yang disediakan pemerintah. Pemerintah daerah maupun pusat telah memberikan tanggap cepat darurat dalam mengatasi masalah bencana tersebut.

Berikut adalah upaya Pemerintah, antara lain: evakuasi korban meninggal maupun selamat, pengidentifikasian korban, pemakaman, bantuan logistik, obat-obatan, MCK, bantuan BBM, dan pembukaan jalur antar kabupaten Banjarnegara-Pekalongan.

Dalam kesempatan liputan yang dilakukan KoranOpini.com pada Minggu (14/12) di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara, berhasil mengabadikan beberapa foto sebagai gambaran suasana pasca tanah longsor.|Irfan Ridlowi|

 

 

 

back to top