Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Seminar menumbuhkan peran kemandirian perempuan

Seminar menumbuhkan peran kemandirian perempuan

Jogja-KoPi|"Ekonomi keluarga tidak hanya bisa diserahkan kepada suami, seorang istri juga dapat ikut serta dalam menompang perekonomian keluarga", jelas Ir. Yeni Sulistyani, seorang praktisi peternakan dalam seminar yang bertemakam menumbuhkan Perempuan Pejuang yang Mandiri dan Kompetitif dalam pembangunan Peternakan, bertempat di Auditorium Fakultas Peternakan UGM, Rabu (20/4).

Minimnya aspek perempuan pada kegiatan-kegiatan produktif membuat perempuan semakin tak berdaya dan kurang mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi pada kegiatan politik dan Ekonomi. Partisipasi perempuan di pusat tenaga kerja masih 49 persen jika dibandingkan dengan 80,2 persen laki-laki. Perempuan masih dipandang sebagai subordinat dalam sebuah keluarga dan pekerjaan.

Padahal, perempuan juga dapat menompang perekonomian keluarga dari dasar tanpa harus meninggalkan keluarganya. Peternakan merupakan salah satu cara yang dapat diambil seorang istri dalam membantu perekonomian keluarga. "Dengan bekerja di peternakan terutama di Peternakan ayam petelur, anak-anak tidak akan kelaparan karena setiap pulang ibunya membawa telur yang dapat digunakan untuk lauk, selain mendapatkan gaji tiap bulannya", papar", Yeni Sulistyani.

Beternak merupakan tradisi masyarakat, walahpun tidak 100% dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, paling tidak beternak dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarha sebesar 50%. Beternak telah menjadi budaya yang dilakukan masyarakat Indonesia walaupun hanya 5 atau 10 ekor saja yang diternak.

Perempuan memiliki jiwa leadership, ketelatenan, keloyalan, dan keluwesan yang lebih dibandingkan laki-laki. "Jiwa leadership yang dimiliki oleh ibu-ibu, ketelatenan, keloyalan, dan keluwesan yang penting dalam dunia Peternakan", jelas Yeni Sulistyani. Dalam dunia peternakan tidak diperlukan kepintaran namun ketelatenan dan keloyalan. Selain itu, perempuan juga memiliki keahlian dalam proses loby dan negosiasi yang lebih dibandingkan laki-laki yang akan memudahkan pemasaran hasil peternakan.

"Wanita perlu bangun dan jeli dalam melihat peluang yang ada termasuk dalam dunia peternakan. Jatuh bangun dalam dunia peternakan adalah hal yang biasa, tempaan akan menjadikan wanita menjadi lebih tangguh dalam usaha peternakan", kata Yeni Sulistyani.

back to top