Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sejak 2015 UKT UGM tak naik

www.ugm.ac.id www.ugm.ac.id

Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa sudah sejak 2015 lalu, UGM tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bahkan, ada program studi yang UKTnya diturunkan pada kelas tertentu.

Meskipun sudah 3 tahun ini tidak ada kenaikan UKT, bagi mahasiswa yang tidak mampu di UGM didanai dengan dana Bidik Misi, serta mendapat bantuan beasiswa dari berbagai sumber. Menurut Rektor, total mahasiswa tidak mampu di UGM sekitar 32% dari total 55 ribu mahasiswa.

“Beasiswa yang disediakan UGM untuk membantu mahasiswa kurang beruntung atau mahasiswa yang tidak mampu mencapai sekitar 200 M tiap tahunnya,”kata Dwikorita, Selasa (2/5).

Selain itu, sistem pembayaran UKT di UGM juga memfasilitasi mahasiswa yang kurang beruntung secara finansial untuk mengajukan keringanan, penyesuaian ataupun penundaan pembayaran UKT, dengan ketentuan/prosedur yang sudah ditetapkan bersama melalui penjaringan aspirasi mahasiswa dan pimpinan di fakultas/departemen/prodi.

“Dengan cara ini dan beberapa kemudahan yang disediakan, diharapkan keterbatasan finansial bukan lagi menjadi kendala untuk melakukan studi,”katanya.

Sebagai gambaran, UKT yang dibayarkan oleh mahasiswa hanya bisa menutup sekitar 30% dari total kebutuhan anggaran pelaksanaan kegiatan akademik di UGM. Maka, 70% kekurangan anggaran untuk akademik ini dipenuhi dari bantuan APBN (35%) dan dari pendanaan kreatif baik dari riset, kerja sama hilirisasi produk melalui bisnis dengan industri, ataupun bantuan dari verbagai donor dan filantropi ( 35% ).

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med., Sc., Ph.D., menambahkan sejak 2016 UGM sudah mempertimbangkan jumlah tanggungan keluarga dalam penggolongan UKT.

Penyesuaian UKT, baik permanen atau sementara, juga telah dibuat bersama mahasiswa saat itu. Di sisi lain, pihak universitas juga telah menetapkan kebijakan bagi mahasiswa S1 yang kuliahnya telah melebihi 8 semester dan di atas 6 semester untuk mahasiswa Sekolah Vokasi maka UKT nya hanya dibebankan membayar 50% saja. (Humas UGM/Satria)

back to top