Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Satuan Bersih Pungutan Liar Gunung Kidul dinilai lemah

Satuan Bersih Pungutan Liar Gunung Kidul dinilai lemah

Jogja-KoPi| LBH, Emanuel Gobay menilai kinerja Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Gunungkidul lambat dan lemah dalam kasus Pungutan liar kepala desa Dadapayu, Gunungkidul.

Berdasarkan penjelasan Emanuel, sudah ada pengaduan pungli ke Polres sejak temuan warga di Bulan September 2016. Saber pungli yang dibentuk dari 27 Desember 2016 sampai Bulan Januari 2017, dirasa tidak ada perkembangan.

"Sudah ada tiga fakta pungli serta sudah ada pengaduan ke Polres Gunungkidul. Dari bulan Januari 2017, sampai sekarang belum ada perkembangan,"jelas Emanuel saat jumpa pers di kantor LBH,Kamis (23/2).

Emanuel menjelaskan Kades Dadapayu terkena pungli yang masuk ke dalam kategori delik formil. Delik formil di sini berupa pengembalian uang pungli kepada lima kepala dusun yang terkena pungli. Menurutnya pengembalian ini tidak serta merta menghapus tindakan pungli.

"Dalam pungli, sekali pun ada pengembalian uang, itu tidak akan menghapus pungli, kalau sudah mengembalikan uang maka itu akan meringankan hukuman bukan menghapus,"tekannya.

Emanuel sendiri mengapresiasi upaya warga yang yang bersikap kritis dalam merespon pungli kades. Emanuel justru merasa heran dengan sikap pemerintah Gunungkidul yang dirasa tidak aktif dalam menegakkan saber pungli.

Sementara itu Herri Dwi Wahyudi, tokoh masyarakat Setanu menyayangkan pemerintah dalam pembentukan satuan tugas (satgas). Menurutnya pemerintah seharusnya memberikan sosialisasi terkait pungli dan saber pungli. Herri mengkhawatirkan kemungkinan ada wilayah lain yang mengalami hal yang sama seperti di Dadapayu.

"Saya sangat menyayangkan pemerintah dalam membuat satgas, seharusnya dalam waktu pembentukan ada sosialisasi terkait pungli. Mungkin ini dapat terjadi ditempat lain, jika tidak ada sosialisasi. Pamflet adalah bentuk sosialisasi paling kecil,"katanya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top