Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Saksi Paslon No 1 walk out dari pleno rekapitulasi KPU Kota Yogyakarta

Saksi Paslon No 1 walk out dari pleno rekapitulasi KPU Kota Yogyakarta

Jogja-KoPi|Saksi Paslon No 1, Imam Priyono dan Ahmad Fachdli , memutuskan walk out dari sidang pleno di hari akhir perhitungan rekapitulasi Pilwali Kota Yogyakarta, Jumat (24/2).

Antonius Fokki Ardianto, saksi dari Paslon N 1 menjelaskan sampai detik terakhir permintaannya terkait pembukaan kotak suara tidak dikabulkan KPU. Sehingga dirinya bersama tim saksi No 1 memutuskan untuk meninggalkan lokasi perhitungan suara.

"Kami meninggalkan tempat,karena terakhir kali meminta untuk membuka kotak suara tidak dipenuhi, "jelasnya saat diwawancarai setelah pergi meninggalkan Lokasi rekapitulasi di kantor KPU kota.

Antonius menekankan bukan masalah selisih suara yang menjadi permasalahan, namun temuan yang menunjukkan adanya indikasi kecurangan,serta human error selama proses Pilwali berlangsung. Seperti ditemukannya 3 surat suara seharusnya sah menjadi tidak sah di tingkat kota dan 1 di tingkat PPK Kota Gede.

Selain itu pihaknya juga menemukan kejanggalan seperti pemilih DPT yang tidak masuk C6 dan orang yang sudah meninggal masuk ke data C6. Selain temuan surat suara yang sah dikotak tidak sah.

"Bukti ini didukung juga dengan statement di KPPS Umbulharjo yang tidak paham, ada indikasi human error, dalam kasus ini. Sekali lagi kami tekankan bukan masalah menang kalah namun suara rakyat yang hilang,"tegasnya.

Pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan bukti-bukti tersebut. Pihak No 1 akan menerima hasil keputusan MK baik penghitungan ulang atau pemilih an ulang.

Sementara itu, Ketua Komisioner KPU Wawan Budianto, mengatakan pihaknya tetap mengacu ke peraturan KPU sehingga permintaan dari saksi Paslon 1 ditolak. Mengenai surat suara yang tidak sah menjadi sah,akan dimasukkan dalam hitungan rekapitulasi dan dinyatakan sah.

"Kami bekerja mengikuti peraturan UU sepanjang ada bukti dan didukung bukti, kita akan respon karena kita berdiri sebagai penyelanggara,tentu harus didukung data yang akurat dalam mengajukan,"katanya.

Wawan juga menegaskan yang akan diumumkan bukanlah kemenangan namun hasil rekapitulasi. Pihaknya tidak serta merta menjudge satu pihak menang atau sebaliknya.

"Kemenangan nanti akan diumumkan di bulan Maret, saat ini hanya hasil rekapitulasi. Belum ada penetapan. Kemudian ketika hasil rekapitulasi dibacakan, Paslon boleh mengajukan ke MK,"pungkasnya.

Sementara ini perolehan suara masih dipegang pasangan No 2 Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi.| Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top