Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Saksi Paslon No 1 walk out dari pleno rekapitulasi KPU Kota Yogyakarta

Saksi Paslon No 1 walk out dari pleno rekapitulasi KPU Kota Yogyakarta

Jogja-KoPi|Saksi Paslon No 1, Imam Priyono dan Ahmad Fachdli , memutuskan walk out dari sidang pleno di hari akhir perhitungan rekapitulasi Pilwali Kota Yogyakarta, Jumat (24/2).

Antonius Fokki Ardianto, saksi dari Paslon N 1 menjelaskan sampai detik terakhir permintaannya terkait pembukaan kotak suara tidak dikabulkan KPU. Sehingga dirinya bersama tim saksi No 1 memutuskan untuk meninggalkan lokasi perhitungan suara.

"Kami meninggalkan tempat,karena terakhir kali meminta untuk membuka kotak suara tidak dipenuhi, "jelasnya saat diwawancarai setelah pergi meninggalkan Lokasi rekapitulasi di kantor KPU kota.

Antonius menekankan bukan masalah selisih suara yang menjadi permasalahan, namun temuan yang menunjukkan adanya indikasi kecurangan,serta human error selama proses Pilwali berlangsung. Seperti ditemukannya 3 surat suara seharusnya sah menjadi tidak sah di tingkat kota dan 1 di tingkat PPK Kota Gede.

Selain itu pihaknya juga menemukan kejanggalan seperti pemilih DPT yang tidak masuk C6 dan orang yang sudah meninggal masuk ke data C6. Selain temuan surat suara yang sah dikotak tidak sah.

"Bukti ini didukung juga dengan statement di KPPS Umbulharjo yang tidak paham, ada indikasi human error, dalam kasus ini. Sekali lagi kami tekankan bukan masalah menang kalah namun suara rakyat yang hilang,"tegasnya.

Pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan bukti-bukti tersebut. Pihak No 1 akan menerima hasil keputusan MK baik penghitungan ulang atau pemilih an ulang.

Sementara itu, Ketua Komisioner KPU Wawan Budianto, mengatakan pihaknya tetap mengacu ke peraturan KPU sehingga permintaan dari saksi Paslon 1 ditolak. Mengenai surat suara yang tidak sah menjadi sah,akan dimasukkan dalam hitungan rekapitulasi dan dinyatakan sah.

"Kami bekerja mengikuti peraturan UU sepanjang ada bukti dan didukung bukti, kita akan respon karena kita berdiri sebagai penyelanggara,tentu harus didukung data yang akurat dalam mengajukan,"katanya.

Wawan juga menegaskan yang akan diumumkan bukanlah kemenangan namun hasil rekapitulasi. Pihaknya tidak serta merta menjudge satu pihak menang atau sebaliknya.

"Kemenangan nanti akan diumumkan di bulan Maret, saat ini hanya hasil rekapitulasi. Belum ada penetapan. Kemudian ketika hasil rekapitulasi dibacakan, Paslon boleh mengajukan ke MK,"pungkasnya.

Sementara ini perolehan suara masih dipegang pasangan No 2 Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi.| Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top