Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Saat ini tuna rungu semakin mudah berkomunikasi dengan Signteraktif

Saat ini tuna rungu semakin mudah berkomunikasi dengan  Signteraktif

Jogja-KoPi| Muhammad Ismail, penyadang dissabilitas tunarungu berhasil membuat aplikasi berbasis online bernama Signteraktif. Aplikasi ini berbentuk video call yang sangat membantu penyandang dissabilitas khususnya tuna rungu.

Aplikasi buatan Muhammad Ismail ini akan memberikan layanan sebagai juru bahasa isyarat untuk teman difabel (different ability atau dissabilitas),karena bahasa isyarat merupakan bahasa dari penyandang tunarungu.

"Signiteraktif ini akan sangat membantu orang-orang dissabilitas tunarungu,"ujar Ketua SIGAB Johnny Wilianto saat membuka peluncuran aplikasi Signiteraktif di gedung digital Valley,Jumat (17/2).

Muhammad Ismail, menjelaskan Signteraktif ini akan memberikan banyak solusi untuk teman tuna rungu. Aplikasi ini memiliki sifat seperti, Langsung, juru bahasa isyarat mudah dihubungi tanpa mencari dan bertanya dengan adanya konfirmasi.

Siap sedia, juru bahasa isyarat siap sedia dikala kebutuhan mendesak dan darurat.
Real time,  juru bahasa isyarat akan berkomunikasi secara langsung. Dan Lokasi, Juru bahasa isyarat dapat dipilih sesuai daerahnya.

Signteraktif yang berasal dari SIGAB ini berkolaborasi dengan Pusat layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ) dalam menyediakan juru bahasa isyarat. Muhammad Ismail sendiri menagatkan untuk PLJ sudah banyak tersebar di daerah jadi tidak ada keresahan semisal juru bahasa daerah tidak tersedia.

"Sebenarnya SIGAB bekerja sama dengan PLJ,PLJ sudah banyak di daerah jadi berkolaborasi dengan juru bahasa sehingga bisa terlibat pada aplikasi ini,"ujar Ismail lewat intrepreter.

Signteraktif ini merupakan hasil kompetisi yang digelar oleh The Asia Foundation (TAF) yang memiliki program berbasis aplikasi bernama ini.code untuk mengembangkan inovasi. Muhammad Ismail maju sebagai pemenang, Signteraktif merupakan Aplikasi pertama yang dibuat oleh seorang tuna rungu untuk membantu tuna rungu di Indonesia.

Muhammad Ismail juga menjelaskan aplikasi ini masih belum sempurna. Beberapa permasalahan seperti sinyal dari smartphone,kualitas video dengan jeda 5 detik,serta harus menunggu konfirmasi dari juru bahasa isyarat sebelum dapat menggunakan jasa juru bahasa. Selebihnya tidak ada masalah dan dapat diunduh gratis pada Android di Google Playstore.

Aplikasi ini baru bisa digunakan sekitar satu bulan lagi karena masih berbentuk unreleased,sehingga terbatas. Selain itu,Ismail juga menjelaskan adanya proses registrasi terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan aplikasi. Saat ini hanya juru bahasa isyarat, penyandang disabilitas tunarungu,dan pelayanan publik yang dapat menggunakan.

"Kita ingin melihat dan memverifikasi apakah dia tuli atau tidak, kalo tidak kita akan diskualifikasi. Untuk juru bahasa isyarat kita akan verifikasi apakah dia sudah profesional atau masih pemula,kalau pemula kita akan pending dulu," paparnya.

Dengan hadirnya aplikasi ini, Muhammad Ismail berharap agar penyandang dissabilitas tidak terkucilkan dari masyarakat.

"Harapannya teman-teman tuli tidak termarjinalkan,harus dilibatkan jangan ditinggalkan,"pungkasnya.|SyidiqSyaiful Ardli

back to top