Menu
UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas …

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 20...

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

UMY berikan Hibah Mobil kepada MDMC

Bantul-KoPi| Sebagai Univ...

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi Intelegensia Muda Berkarakter Tradisi Besar

Haedar Nashir Ajak Maba UMY Jadi In…

Bantul-KoPi| Ketua Umum P...

Seminar COMICOS 2017 Universitas Atmajaya Yogyakarta

Seminar COMICOS 2017 Universitas At…

SLEMAN-Memasuki usianya y...

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama Orangtua/Wali Mahasiswa Baru

UMY Tradisikan Silaturahim Bersama …

Bantul-KoPi| Tradisi baik...

Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Prev Next

RUU Pemilu, beras, Perpu Ormas dinilai upaya pengalihan isu Hak Angket

RUU Pemilu, beras, Perpu Ormas dinilai upaya pengalihan isu Hak Angket

Sleman-KoPi|Dorongan dan dukungan kepada KPK semakin hari semakin meningkat,namun demikian akhir-akhir ini isu terkait pelemahan KPK lewat hak angket mulai meredup. Komunitas AntiKorupsi (Komutasi) UAJY melihat adanya pengalihan isu untuk melupakan hak angket.

Dosen pidana Fakultas Hukum UAJY sekaligus pembina Komutasi, Caesar mengatakan beberapa hari ini isu hak angket perlahan tergantikan dengan munculnya isu lainnya seperti Perpu Ormas, Beras, hingga Ruu permilu.

"Dengan memunculkan isu-isu baru maka isu hak angket perlahan semakin menghilang digantikan permasalahan baru-baru ini seperti ruu pemilu,"ujarnya di Gedung FH UAJY,Kamis (26/7)

Ia menerangkan kemunculan isu-isu ini dapat dimungkinkan sebagai salah satu upaya politik dalam melupakan hak angket KPk oleh DPR. Pasalnya hak angket ini dinilainya sebagai kebijakan yang sarat akan kepentingan pribadi.

Caesar menuturkan kepentingan ini diawali dengan munculnya E-KTP lalu diikuti Hak Angket DPR. Hak untuk menginvestigasi inilah yang dinilainya sebagai kepentingan pribadi DPR sebagai upaya menghalang-halangi langkah KPK dalam menyelesaikan kasus E-KTP.

Langkah pelemahan KPK semakin kuat dengan munculnya Panitia Khusus dari DPR yang akan mengawal Hak Angket.

"Ini proyek rancangan orang-orang di DPR,mereka(DPR) risih dengan upaya KPK menyelidiki mereka. Dilihat dari situ permasahan ini sudah penuh dengan nama dan politik,Hak angket ini harus dilupakan,"katanya.

Meski demikian Caesar tidak menuduh sepenuhnya isu baru sebagai upaya penghilangan jejak kasus hak angket,ia menekankan hak angket ini adalah masalah serius konstitusi di Indonesia. Sehingga ia sangat mengkhawatirkan jika hak angket akan terlupakan dan masalah konstitusi di Indonesia tidak akan pernah selesai.

Lewat Komutasi, ia menyuarakan kepada semua mahasiswa dan penggiat anti korupsi agar tidak melupakan kasus hak angket. Komutasi UAJY menyatakan akan mendukung penuh upaya penguatan KPK dan menolak hak angket.

Komutasi juga berharap kepada KPK layaknya agar membenahi diri baik itu sebelum atau pun sebelum kasus ini selesai.Ketua Komutasi,Timothy menimpali KPK setidaknya mulai menyelesaikan kasus-kasus yang belum terselesaikan dan mengurangi popularitasnya di media massa.


"Kami meminta KPK untuk mengurangi pernyataan-pernyataan yang tidak perlu dinyatakan dalam media massa. Misalnya KPK ingin menangkap seorang tersangka ,menurut hemat kami ,KPK tidak perlu mengungkapkan hal itu di media massa ,namun cukup dengan KPK bekerja saja,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top