Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Jogja-KoPi│Rumah warna warni yang berada di bantaran Kali Code Yogyakarta belum mendapatkan dukungan dan pengembangan pariwisata dari Dinas Pariwisata (Dispar) Yogyakarta.

Rumah-rumah dengan cat warna warni yang terletak di Kampung Code Utara RT 01 RW 01, Kota Baru, Gondokusuman, Yogyakarta ini belum pernah mendapatkan pendidikan, pelatihan serta sosialisasi dari Dinas Pariwisata Yogyakarta terkait pengembangan desa wisata.

Fitri, Ketua RT 01 RW 01 Kampung Code Utara mengaku belum pernah mendapatkan dukungan, pelatihan, pendidikan serta kunjungan dari Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Padahal menurutnya pelatihan dan pendidikan tentang pengembangan desa wisata sangat dibutuhkan oleh warga Kampung Code saat ini. Pasalnya warga belum dapat mengatur, mengelola, dan mengorganisir kampung mereka sebagai desa wisata.

“Kami belum ada retribusi, pengelolaan kami masih lemah, warga belum siap. Padahal wisatwan banyak, sudah banyak studi banding. Tapi kami belum bisa mengelola”, jelas Fitri.

Fitri juga mengatakan bahwa sosialisasi tentang desa wisata justru berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara Dinas Pariwisata hingga saat ini belum bergerak sama sekali untuk memberdayakan masyarakat.

“Dinas Pariwisata belum menengok, belum ada koordinasi untuk mengembangkan bersama”, jelasnya.

Ia berharap Dinas Pariwisata dapat bekerja sama untuk mengembangkan Kampung Code Utara RT 01 RW 01 sebagai desa wisata, terutama dalam mengembangkan rumah warna warni dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Kami berharap dinas pariwisata dapat bekerjas sama untuk mengembangkan rumah warna warni dan memberdayakan masyarakat sekitar. Memberikan pendidikan pengelolaan sehingga kami bisa mengelola rumah warna warni sebagai desa wisata”, pungkasnya.

Terkait masalah tersebut Dispar DIY yang dihubungi KoPi belum memberikan tanggapan.

back to top