Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Rumah warna warni Kali Code belum mendapatkan dukungan Dispar DIY

Jogja-KoPi│Rumah warna warni yang berada di bantaran Kali Code Yogyakarta belum mendapatkan dukungan dan pengembangan pariwisata dari Dinas Pariwisata (Dispar) Yogyakarta.

Rumah-rumah dengan cat warna warni yang terletak di Kampung Code Utara RT 01 RW 01, Kota Baru, Gondokusuman, Yogyakarta ini belum pernah mendapatkan pendidikan, pelatihan serta sosialisasi dari Dinas Pariwisata Yogyakarta terkait pengembangan desa wisata.

Fitri, Ketua RT 01 RW 01 Kampung Code Utara mengaku belum pernah mendapatkan dukungan, pelatihan, pendidikan serta kunjungan dari Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Padahal menurutnya pelatihan dan pendidikan tentang pengembangan desa wisata sangat dibutuhkan oleh warga Kampung Code saat ini. Pasalnya warga belum dapat mengatur, mengelola, dan mengorganisir kampung mereka sebagai desa wisata.

“Kami belum ada retribusi, pengelolaan kami masih lemah, warga belum siap. Padahal wisatwan banyak, sudah banyak studi banding. Tapi kami belum bisa mengelola”, jelas Fitri.

Fitri juga mengatakan bahwa sosialisasi tentang desa wisata justru berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara Dinas Pariwisata hingga saat ini belum bergerak sama sekali untuk memberdayakan masyarakat.

“Dinas Pariwisata belum menengok, belum ada koordinasi untuk mengembangkan bersama”, jelasnya.

Ia berharap Dinas Pariwisata dapat bekerja sama untuk mengembangkan Kampung Code Utara RT 01 RW 01 sebagai desa wisata, terutama dalam mengembangkan rumah warna warni dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Kami berharap dinas pariwisata dapat bekerjas sama untuk mengembangkan rumah warna warni dan memberdayakan masyarakat sekitar. Memberikan pendidikan pengelolaan sehingga kami bisa mengelola rumah warna warni sebagai desa wisata”, pungkasnya.

Terkait masalah tersebut Dispar DIY yang dihubungi KoPi belum memberikan tanggapan.

back to top