Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Rumah sakit UGM akan melayani 100% pasien BPJS di tahun 2019

Rumah sakit UGM  akan melayani 100% pasien BPJS di tahun 2019

Sleman-KoPi|Rumah Sakit UGM akan melayani 100% pasien BPJS di tahun 2019, setelah di tahun 2016 melayani pasien BPJS sebanyak 67% dan pasien umum 33%.

Menurut Direktur RS UGM, Prof. dr Arif Faisal, RS UGM sebagai rumah sakit pemerintah diperkirakan menerima pasien BPJS sampai 100% di tahun 2019.

Pasalnya, pasien pengguna BPJS di RS UGM selalu meningkat tiap waktu.  Arif mengatakan di tahun 2016, RS UGM melayani pasien BPJS sampai 67% dan pasien umum 33%.

Dia menambahkan RS UGM sangat mengikuti program BPJS yang diarahkan oleh pemerintah, sehingga terus mengembangkan layanan dan fasilitas rumah sakit kepada masyarakat.

"Kita sebagai rumah sakit pemerintah harus menerima pasien BPJS, disamping itu kita juga perlu mengembangkan fasilitas untuk pelayanan pasien BPJS”,  tambahnya saat diwawancarai  di RS UGM, Jumat (28/4).

Pengembangan layanan dari RS UGM ini seperti pengadaan alat kesehatan berupa mesin rontgen gigi. Pihaknya sendiri menekankan RS UGM tidak akan membeda-bedakan pelayanan pasien BPJS dan umum, khususnya dalam pelayanan penggunaan mesin rotgen.

Dia menjelaskan dengan hadirnya mesin ini maka pasien BPJS tidak perlu lagi melakukan rontgen di luar RS UGM.

"Sebelumnya kita mengalami kendala  jika ada pasien BPJS yang membutuhkan rontgen harus keluar dari RS UGM”, jelasnya.

Arif berharap dengan adanya penambahan alat, pihaknya dapat terus memberikan pelayanan maksimal kepada semua pasien khusus nya pasien BPJS. |Syafiq Syidik Ardli

back to top