Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Rumah sakit rentan digugat pasien di pengadilan

Rumah sakit rentan digugat pasien di pengadilan

Jogja-KoPi| Rumah sakit sebagai instansi pelayanan publik yang kompleks rentan digugat pasien di pengadilan baik karena sistem pelayanan, SOP rumah sakit, kultur organisasi, sistem rujukan maupun komunikasi yang kurang dengan pasien dan pihak-pihak terkait.

 

Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia, DR. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes, mengatakan banyak faktor dalam rumah sakit yang menjadikan rumah sakit rentan digugat di pengadilan.

"Rumah Sakit itu sangat kompleks, hubungan konektifitas antara pasien dengan dokter, keluarga dengan dokter, dokter dengan dokter, dokter dengan direktur, direktur dengan pengurus rumah sakit itu bisa bermasalah. Dalam mengartikan definisi muti saja banyak yang berbeda", jelasnya saat konferensi pers Jogja PERSI Expo 2017 di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (8/5).

Ia juga mengatakan kultur organisasi, Sistem Operating System (SOP) rumah sakit yang tidak baik, sistem penanganan, dan alat juga bisa menjadi faktor digugatnya rumah sakit oleh pasien.

"Banyak SOP dan kultur organisasi di rumah sakit juga bisa berpotensi menjadikan rumah sakit digugat. Hal-hal semacam penanganan juga bisa. Semua alat yang ada harus berfungsi dengan baik, karena semua pengen sembuh, jangan sampai ada efek. Semua itu berpotensi digugat", tambahnya.

Selain itu, Dr. Mochammad Syafak Hanung, Ketua PERSI DIY mengatakan faktor pelayanan dan sistem rujukan juga menjadi penyebab digugatnya rumah sakit.

"Sistem rujukan dan pelayanan rumah sakit bisa beropetensi untuk digugat di pengadilan. Kekuatan pemahaman di semua bagian sangat penting untuk itu", jelasnya.

Di sisi lain, data kemenkes tahun 2016 menyebutkan terdapat lebih dari 50 kasus gugatan perdata yang dilayangkan langsung kepada rumah sakit tanpa melalui MDKI.

Gugatan yang dilayangkan ke rumah sakit menurut Dr. Teddy Janong, Bendahara PERSI DIY, dapat diminimalisir dengan SOP yang bagus di rumah sakit, komunikasi yang baik tentang kesehatan dan rumah sakit pada pasien dan pihak-pihak terkait, serta pengetahuan yang baik akan tata cara mediasi yang benar jika menghadapi masalah.

"Harus diajarkan cara melakukan mediasi yang benar dalam menghadapi problem, sebelum adanya gugatan", jelas Dr. Teddy

Kuntjoro menambahkan komunikasi menjadi hal penting dalam mencegah gugatan.

"Komunikasi jadi hal penting dam PR (Public Relations) itu juga sangat peting untuk company empowering", pungkasnya.

back to top