Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

RS Rachmi Yogyakarta diadukan perkara malpraktik

RS Rachmi Yogyakarta diadukan perkara malpraktik

Jogja-KoPi|Putri, korban dugaan malpraktik Rumah Sakit Rachmi bersama Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta mengadukan RS ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Bayi Putri meninggal dalam kandungan setelah dokter yang merawat dianggap melalaikan tugasnya Desember 2016.

Bersama LBH Yogyakarta, Putri mendatangi Dinas Kesehatan Yogyakarta untuk meminta pendapat.

"Kita ingin mengetahui bagaimana proses SOP di RS Rachmi, seperti pengecekan bidan apakah sudah sejalan dengan SOPnya atau dokter sudah mengikuti SOP dalam menangani saya,"katanya saat diwawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta ,Senin (12/6).

Rudy Hermawan dari LBH YK mengatakan pihaknya ingin melihat rasio penanganan SOP RS Rachmi. Pasalnya SOP ini dinilai penting dan menjadi kunci utama permasalahan yang menyebabkan nyawa Sekar melayang.

Ia pun menjelaskan pada kasus Putri dimana ia mengalami kondisi air ketuban pecah dan mengeluarkan cairan hijau sudah masuk kategori kasus luar biasa dan masuk kedalam Permenkes No 5 tahun 2014.

"Kasus Bu Putri ini masuk kedalam Permenkes no 5 tahun 2014, Disana SOPnya sudah jelas dan kasus Bu Putri harus segera ditangani maksimal 3 Jam dari laporan awal pada jam 9,namun Bu Putri baru ditangani jam 6 sore lewat,"jelasnya.

Agus Sudrajat Sekretaris Dinkes mengatakan permasalahan penanganan SOP ini masuk kedalam ranah kesehatan profesional dan pihaknya hanya menangani regulasi dan aturan dari RS atau fasilitas kesehatan lainnya.

Meski demikian pihaknya akan merespon aduan tersebut dengan segera mengklarifikasi ke Pihak RS Rachmi dan memanggilnya minggu ini.

"Dari keluhan itu kami akan pelajari dan segera kita tindaklanjuti untuk memanggil RS Rachmi,agar tanggapan dan informasi yang kita dapat menjadi valid dan tidak satu pihak,"katanya/

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melayangkan dua kali surat teguran kepada RS Rachmi untuk melakukan pengecekkan apakah RS Rachmi sudah berjalan dengan ketentuan Permenkes no 4 tahun 2014 dan Perda Perizinan Fasilitas Kesehatan no 2 tahun 2008.

Namun pihaknya juga tidak akan serta merta memberikan sanksi setelah teguran tiga kali diberikan. Ia mengatakan pihaknya masih membutuhkan alasan dan dasar yang kuat sebelum RS Rachmi diberi sanksi terkait dengan dugaan malpraktik.

"Teguran ini kita berikan tiga kali sebelum kita berikan sanksi, dan sanksi ini bervariasi seperti sanksi administratif dan sanksi penutupan.Tapi ini semua juga perlu dasar yang kuat sebelum melayangkan sanksi,"katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Management RS Rachmi ,Bimas Ariyanta mengatakan pihak RS sudah diperiksa sebagai saksi pada dugaan malpratik tersebut.

Pihaknya juga berusaha menyelesaikan masalah ini dengan pasien Putri dengan penyelesaian secara mediasi dan penyelesaian yang menguntungkan kedua pihak ,namun belum ada tanggapan positif dari pihak Putri.

"kami jg sdh berusaha utk bicarakan dengan kuasa pelapor mencari win-win solution berkaitan hubungan antarmanusia dengan manusia, namun sampai saat ini belum ada tanggapan positif, ya kita ikuti dan hormati bersama prosesnya,"ujarnya saat dimintai tanggapan via Media Sosial Whatsapp.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top