Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ribuan perwakilan desa Jawa Timur berduyun ke Surabaya

Ribuan perwakilan desa Jawa Timur berduyun ke Surabaya

Surabaya-KoPi | Desa-desa melalui sekretaris desa di Provinsi Jawa Timur berduyun ke Surabaya. Tepatnya di Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. Mereka mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas terkati pembuatan RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dari badan diklat provinsi yang bekerjasama dengan CSWS UA (Center for Security and Wealth Study, University of Airlangga).

Ada sekitar 7000 sekretaris desa yang akan dikirim ke badan diklat untuk mendapatkan proses peningkatan kapasitas. Menurut Ucu Martanto dari CSWS UA pelatihan ini merupakan respon terhadap UU Desa. Pemerintah pusat telah meloloskan UU Desa yang memberi wewenang dan dana desa dari APBN dalam jumlah besar. Hal ini mengharuskan desa-desa memiliki kapasitas dalam menjalan sistem yang ada dalam UU Desa dan peraturan turunannya.

"Ini sangat baik ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara cepat merespon isu kesiapan aparatur desa terhadap pelaksanaan UU Desa. Tanpa kapasitas yang cukup, UU Desa tidak akan memberi dampak positif pada desa. Sebaliknya bisa memberi permasalahan baru."

Pelatihan para sekretaris desa ini dilaksanakan setiap minggu dari bulan Februari sampai November 2016 secara bertahap. Sebelumnya para kepala desa telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan terkait UU Desa. |YP|

back to top