Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ribuan perwakilan desa Jawa Timur berduyun ke Surabaya

Ribuan perwakilan desa Jawa Timur berduyun ke Surabaya

Surabaya-KoPi | Desa-desa melalui sekretaris desa di Provinsi Jawa Timur berduyun ke Surabaya. Tepatnya di Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. Mereka mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas terkati pembuatan RPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dari badan diklat provinsi yang bekerjasama dengan CSWS UA (Center for Security and Wealth Study, University of Airlangga).

Ada sekitar 7000 sekretaris desa yang akan dikirim ke badan diklat untuk mendapatkan proses peningkatan kapasitas. Menurut Ucu Martanto dari CSWS UA pelatihan ini merupakan respon terhadap UU Desa. Pemerintah pusat telah meloloskan UU Desa yang memberi wewenang dan dana desa dari APBN dalam jumlah besar. Hal ini mengharuskan desa-desa memiliki kapasitas dalam menjalan sistem yang ada dalam UU Desa dan peraturan turunannya.

"Ini sangat baik ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara cepat merespon isu kesiapan aparatur desa terhadap pelaksanaan UU Desa. Tanpa kapasitas yang cukup, UU Desa tidak akan memberi dampak positif pada desa. Sebaliknya bisa memberi permasalahan baru."

Pelatihan para sekretaris desa ini dilaksanakan setiap minggu dari bulan Februari sampai November 2016 secara bertahap. Sebelumnya para kepala desa telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan terkait UU Desa. |YP|

back to top