Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ribuan massa becak motor kecewa, Sultan tak temui mereka

Ribuan massa becak motor kecewa, Sultan tak temui mereka

Jogjakarta-KoPi| Sekitar 1000 massa becak motor (betor) kecewa harapan mereka untuk bertemu dengan Gubernur DIY tidak terlaksana, Senin, 5 Oktober 2015. Pasalnya Sultan Hamengkubawono X mengaku tengah berada di luar kota.

Meski kecewa massa tetap berorasi menyuarakan aspirasinya di depan kantor Kepatihan Gubernur DIY. Massa yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PMBY) menuntut Gubernur DIY mencabut Surat Edaran Nomor :551.2/03/ 2003 tentang pelarangan betor di DIY.

Massa tetap akan melakukan berbagai upaya maupun aksi sampai Gubernur DIY melegalkan betor untuk operasi.

"Kita terus berjuang sampai betor dilegalkan, sampai titik darah penghabisan," isi orasi massa.

Sejak tahun 2003, para pengemudi becak motor merasa kesulitan dengan adanya surat edaran Gubernur DIY tersebut. Menurut mereka, pelarangan operasi betor dipandang pelanggaran hak asasi manusia.
Salah anggota PMBY, Rujito (56) menyayangkan pelarangan operasi bagi betor. Rujito selama empat tahun ini telah menggantungkan hidup pada usaha betor. Dirinya biasa mangkal di Jalan Mangkubumi.

"Sudah hampir empat tahunan. Ya katanya dulu suruh hati-hati saja. Ternyata betor selalu dilarang operasi," tutur Rujito ketika unjuk rasa di depan kantor Kepatihan.

Rujito termasuk pengemudi becak onthel yang beralih ke becak motor. Alasan Rujito beralih karena faktor usia.

"Pakai onthel sudah gak kuat lagi, pake mesin bisa untuk jarak jauh," tutur Rujito.

Meskipun dari sisi tenaga lebih efisien, namun dari segi pendapatan hampir tidak ada perbedaan dengan becak onthel."Pendapatan sama becak onthel hampir sama, ada peningkatan sedikit," jelas Rujito. |Winda Efanur FS|

back to top