Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Ribuan massa becak motor kecewa, Sultan tak temui mereka

Ribuan massa becak motor kecewa, Sultan tak temui mereka

Jogjakarta-KoPi| Sekitar 1000 massa becak motor (betor) kecewa harapan mereka untuk bertemu dengan Gubernur DIY tidak terlaksana, Senin, 5 Oktober 2015. Pasalnya Sultan Hamengkubawono X mengaku tengah berada di luar kota.

Meski kecewa massa tetap berorasi menyuarakan aspirasinya di depan kantor Kepatihan Gubernur DIY. Massa yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PMBY) menuntut Gubernur DIY mencabut Surat Edaran Nomor :551.2/03/ 2003 tentang pelarangan betor di DIY.

Massa tetap akan melakukan berbagai upaya maupun aksi sampai Gubernur DIY melegalkan betor untuk operasi.

"Kita terus berjuang sampai betor dilegalkan, sampai titik darah penghabisan," isi orasi massa.

Sejak tahun 2003, para pengemudi becak motor merasa kesulitan dengan adanya surat edaran Gubernur DIY tersebut. Menurut mereka, pelarangan operasi betor dipandang pelanggaran hak asasi manusia.
Salah anggota PMBY, Rujito (56) menyayangkan pelarangan operasi bagi betor. Rujito selama empat tahun ini telah menggantungkan hidup pada usaha betor. Dirinya biasa mangkal di Jalan Mangkubumi.

"Sudah hampir empat tahunan. Ya katanya dulu suruh hati-hati saja. Ternyata betor selalu dilarang operasi," tutur Rujito ketika unjuk rasa di depan kantor Kepatihan.

Rujito termasuk pengemudi becak onthel yang beralih ke becak motor. Alasan Rujito beralih karena faktor usia.

"Pakai onthel sudah gak kuat lagi, pake mesin bisa untuk jarak jauh," tutur Rujito.

Meskipun dari sisi tenaga lebih efisien, namun dari segi pendapatan hampir tidak ada perbedaan dengan becak onthel."Pendapatan sama becak onthel hampir sama, ada peningkatan sedikit," jelas Rujito. |Winda Efanur FS|

back to top