Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Resmikan Twin Buildings, Haedar Nashir ajak kenang KH. Ibrahim

Resmikan Twin Buildings, Haedar Nashir ajak kenang KH. Ibrahim

Bantul-KoPi| “Twin Building” UMY telah diresmikan dengan ditandatanganinya prasasti oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si, di pelataran Twin Building UMY Senin (20/2). Dalam acara tersebut juga, dilakukan penyerahan hibah Mobil dari UMY ke MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Haedar mengajak para undangan yang hadir untuk mengenang KH. Ibrahim yang juga menjadi nama dari kedua gedung kembar ini.

“Nama Gedung ini, KH. Ibrahim adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah kedua setelah KH. Ahmad Dahlan. Beliau merupakan penerus langsung dari KH. Ahmad Dahlan. Beliau termasuk ketua umum yang langka karena beliau adalah hafidz dan mempunyai kemampuan bahasa Arab yang lancar karena pernah bermukim di Mekkah,”jelasnya.

“KH. Ibrahim juga merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah yang cerdas. Setiap minggu beliau mengasuh pengajian. Hal ini merupakan salah satu cara beliau dalam menyebarkan pemikiran dan ajarannya. Selain itu, sejak beliau menjabat sebagai ketua umum, muktamar Muhammadiyah pertama kali digilir ke daerah lain. Hal ini ditujukan untuk memperluas pergerakan  Muhammadiyah. Hingga tahun 1926, Muhammadiyah sudah sampai Merauke,” imbuh Haidar.

Untuk itu dengan nama KH Ibrahim ini, UMY diharapkan dapat menggunakan inspirasi beliau dalam melaksanakan pendidikannya di UMY. Terdapat tiga poin isnpirasi KH. Ibrahim menurut Haedar yang dapat digunakan UMY dalam melaksanakan pendidikannya.

“Pertama spirit Alqur’an, harus jadi dasar nafas pendidikan kita. Kedua, semangat untuk memperluas ilmu. Di tengah mobilitas yang tinggi ini, UMY harus menanamkan tradisi keilmuan untuk dijadikan budaya. Dan yang terakhir, Kampus UMY harus punya praksis pencerahan untuk mencerdaskan rakyat,” tandasnya.


“Twin Building” UMY ini memiliki total ruang kelas 22 unit dengan masing-masing berkapasitas untuk 50 orang dan 3 amphiteather yang berkapasitas 224 orang, 124 orang, dan 150 orang. Memiliki luas bangunan 9785 m2, gedung ini memiliki 7 lantai yang terdiri dari lantai semi basement, Lantai dasar, lantai 1 hingga 5.
Gedung sebelah utara akan menjadi E6 dan sebelah selatan menjadi E7. Rencananya, kedua gedung ini akan menjadi tempat perkuliahan untuk Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).


Di sela-sela acara peresmian gedung, juga terdapat Penyerahan Surat Keputusan Guru Besar oleh Koordinator Kopertis wilayah V kepada Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. (Eng.) dalam bidang Teknik Sipil. Koordinator Kopertis Wialayah V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA mengapresiasi Agus.

“Selamat kepada Agus. Agus merupakan Guru Besar dari Perguruan Tinggi Swasta ke 48. Saat ini telah ada 49 orang Guru Besar dari PTS di Yogyakarta. Dan Guru Besar di bidang Teknik Sipil menjadi satu yang jarang saat ini,” ungkapnya. |Bagas|

back to top