Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Gus Ipul: Rekor MURI Hafalan Jadi Inspirasi Para Santri se-Jatim

Gus Ipul: Rekor MURI Hafalan Jadi Inspirasi Para Santri se-Jatim

Pasuruhan-KoPi| Rekor MURI Hafalan Nadzom Aqidatul Awam dan Aqoid 50 yang dipecahkan oleh 32 ribu santri menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota se-Jatim untuk terus mencintai dan meneladani para kyai. Selain itu, rekor MURI yg diperoleh tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan semangat mencintai bangsa dan negaranya.

“Saya Ingin mengucapkan selamat dan sukses. Insyaallah apa yang terjadi di Pasuruan ini bisa jadi inspirasi dan diteruskan di kabupaten/kota lainnya,” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat Semarak Heroik Santri dan Pemecahan Rekor MURI Hafalan Nadzom Aqidatul Awam dan Aqoid 50 oleh Santri Terbanyak (32.000 lebih santri) di Taman Chandra Wilwatikta Pasuruan, Selasa (7/11) malam.

Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim menjelaskan, capaian Rekor MURI ini menunjukkan bahwa para santri ini tidak hanya beribadah, tetapi juga cinta tanah air.

“Mudah-mudahan para santri menginspirasi dan mengingat apa yang dulu kyai, ulama dan santri jaman dulu. Selain belajar dan melayani ulama, berusaha mandiri secara ekonomi, juga tetap cinta tanah air,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, SE, MMA mengatakan, santri mampu memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui pencapaian Rekor MURI. Rekor ini merupakan yang kelima kali diperolehnya selama memimpin Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pasuruan KH. Abd. Mujib Imron melaporkan, ditetapkannya Hari Santri Nasional oleh Presiden RI membuat pihaknya melaksanakan Semarak Heroik Nasional. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya sejak tahun 2015 dan pertama kalinya dilaksanakan pada malam hari.

“Kami ingin meneruskan peninggalan kyai, wali songo, maupun pendiri nahdlatul ulama. Begitu ditetapkan hari santri, maka kami membuat kegiatan yang menyerukan dan membangkitkan santri terutama di Pasuruan melalui Heroik Santri ini,” jelasnya.

Menurutnya, Madrasah Diniyah harus terus dipacu dengan kegiatan heroik santri. Agar para santri madin menjadi garda terdepan menjaga Islam ahli sunnah wal jamaah dan mempertahankan NKRI.

Melalui Semarak Heroik Santri kali ini, Santri Pasuruan melaksanakan perubahan untuk Indonesia dengan memecahkan Rekor MURI Hafalan Nadzom Aqidatul Awam dan Aqoid 50 oleh Santri Terbanyak (32.000 lebih santri).

Penghargaan Rekor MURI ini diterima oleh Bupati Pasuruan selaku pemrakarsa dan Ketua LP Ma’arif NU Pasuruan selaku penyelenggara, serta tercatat dalam Rekor MURI urutan ke-8.203.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pasuruan melalui Rois Syuriah PCNU Pasuruan KH. Muzakki Birrul Alim memberikan gelar Komandan Santri Jatim kepada Gus Ipul.

Gelar tersebut diberikan atas langkah yang selalu dilakukan Gus Ipul mengunjungi pondok pesantren dalam setiap kegiatan dan sowan kepada kyai maupun ulama.

Selain itu, Bupati Pasuruan diberikan gelar tokoh Penggerak Madrasah Diniyah Kabupaten Pasuruan. Serta Dr. (Hc). H. Abd. Muhaimin Iskandar juga diberikan anugerah Panglima Santri Nusantara yang telah memprakarsai Hari Santri Nasional. (Humaspemprov Jatim/Gd)

back to top