Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ratusan seniman Yogyakarta gelar aksi meminta pemimpin yang bersih

Ratusan seniman Yogyakarta gelar aksi meminta pemimpin yang bersih

Jogja-KoPi|Kelompok Masyarakat Peduli Bangsa, Sorjan menggelar aksi budaya dalam bentuk happening art secara kolosal di Tugu Yogyakarta, Senin (24/7).

 

Aksi ini diikuti kurang lebih 200 seniman yang terdiri dari seniman tari ,teater,karawitan, seni rupa dan didukung 4 bergada di setiap pletonnya berjumlah puluhan pasukan terdadan rapi ala pasukan pengawal kraton.

Ratusan seniman ini menampilkan fragmen yang berupa pementasan tari,musik,dan bregada singkat bertajuk "Gatotkaca Lahir" ditengah kesemerawutan lalu lintas Tugu Yogyakarta

Kordinator lapangan, Santosa menjelaskan aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dari Kelompok Sorjan terhadap sosok pemimpin indonesia saat ini. Ia menilai Indonesia saat ini dipimpin oleh pemimpin seolah "menari" menurut kemauan mereka sendiri tanpa melihat penderitaan rakyatnya.

"Menurut kami masih banyak pemimpin indonesia yang mempedulikan diri masing-masing,"jelasnya.

Santosa pun menerangkan tujuan dari aksi ini adalah berdoa agar Tuhan memunculkan tokoh pemimpin seperti Tokoh Gatotkaca yang berani, kuat dan bersih. Ia menimpali doa ini juga diharapkan dapat terwujud saat pilkada 2018 dan pilpres Indonesia 2019 nanti

"Kami juga memohon pada pilkada dan pilpres muncul tokoh pemimpin yang kuat ,berani, dan bersih seperti gatotkaca.Pemimpin yang tidak memiliki latar belakang jelek,bagus mengambil sikap dan membela kebenaran,"ucapnya.

Alasan tugu menjadi gelaran aksi karena Tugu merupakan titik pusat untuk mengumpulkan semangat dan titik pusat Sorjan untuk menyampaikan doa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Segroup seniman tari menampilkan unjuk rasa berbentuk tari topeng lincah nan gesit diiringi musik gamelan lengkap dari instrumen pelog, slendro,Bonang, Gendang, hingga Gong.

Selama setengah jam ,seniman tari menari kan tarian plot kelahiran Gatotkaca sebagai sosok pemimpin berintegritas hingga plot pertempurannya melawan Buto- Buto (Begudal) yang merupakan symbol keangkaramurkaan.

Ditengah-tengah pementasan bergerak pula 4 pleton pasukan bergada yang berjumlah puluhan pasukan dari empat penjuru tugu. Pergerakan pasukan bergada yang bergerak dan berbaris ditengah-tengah tugu sempat membuat macet lalu lintas.

Meski demikian ,dibantu kepolisian setempat, lalu lintas tidak terhenti dan tetap berjalan meski tersendat beberapa menit. Aksi sendiri berlangsung sangat singkat dari pukul 17.00 hingga hari menjelang maghrib. Ratusan peserta aksi membubarkan diri tepat saat azan maghrib dikumandangkan.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top