Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Puro Pakualaman lantik 168 kerabat

Puro Pakualaman lantik 168 kerabat

Jogjakarta-KoPi| Puro Pakualaman melantik dan mewisuda sekitar 168 kerabat dan abdi dalem Puro Pakualaman. Namun 11 diantaranya berhalangan hadir.

Kerabat yang dilantik Terdiri dari unsur-unsur Himpunan Kerabat Paku Alaman (HKPA) Notokusuman Indonesia. Seperti HKPA cabang Gunung Kidul, Kulonprogo dan Bantul.

Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Sampeyan Dalem KGGPA Pakualam Al IX Haj Anglingkusumo. Setelah pelantikan, diagendakan mengunjungi makam Raja di Imogiri Bantul.

Menurut KGH. Wiroyudho pelantikan kali merupakan pelantikan yang kedua. berbeda dengan pelantikan sebelumnya, hanya melantik dari trah Pakualaman asli. Sementara pelantikan kedua ini terbuka bagi seluruh masyarakat.

"Terbuka bagi masyarakat tidak memandang suku, ras," jelas KPH. Wiroyudho di sela acara pelantikan di Puro Pakualaman pukul 11.00 Wib.

Turut dilantik dari kalangan ormas-ormas di Jogjakarta, seperti Front Jogja Rembug (FJR), Front Jihad Islamiyah (FJI), Laskar Komando Sakera (Madura), masyarakat Kulonprogo dan Jogjakarta, serta Pondok Pesantren Lempuyangan dan Tebu Ireng.

KGH. Wiroyudho menjelaskan pelantikan,wisuda dan pemberian gelar ini upaya untuk melestarikan budaya Pakualaman. Para kerabat yang telah dilantik nantinya bertugas menguri-uri budaya Pakualaman.

"Kegiatan ini untuk nguri-uri budaya Pakualaman. Memperkokoh budaya Pakualaman dan budaya negara," kata KGH. Wiroyudho.

Sementara gelar nama yang diberikan bervariasi tergantung pada tingkat pendidikan dan hasil penilaian pelatihan.

"Yang terendah Mas Ngabehi, ada Kanjeng Raden Wedono. Paling tinggi Kanjeng Raden Tumenggung Haryo. Ada delapan level," kata KGH. Wiroyudho.

Dalam pelantikan ini juga melantik beberapa tokoh nasional. Namun KGH Wiroyudho enggan memerikan penjelasan lebih.|Winda Efanur FS|

back to top