Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

Jogja-KoPi| Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada mengutuk keras dan meminta pengusutan kasus penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan.

 

Penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada pagi ini, Selasa (11/4), saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh di Masjid Al Ikhsan. Pelaku penyerangan yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras pada Novel Baswedan.

Penyerangan tersebut menurut Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM, merupakan serangan balik koruptor terhadap pemberantas korupsi.

"Kami menduga ini adalah serangan balik koruptor terhadap pemberantasan korupsi. Sedih sekali apabila sekelas penyidik diberikan senjata api tidak dapat berkeliaran​ dengan serangan tersebut", jelasnya saat konverensi press, Selasa (11/4) di kantor PUKAT UGM.

Selain itu Hifdzil Alim juga menyakini bahwa penyerangan pada Novel Baswedan adalah serangan bar-bar dan teror.

"Kami menyakini ini adalah serangan bar-bar, serangan biadab. Bentuk teror", ujarnya.

Bukan kali ini saja teror menghampiri pegawai KPK. Setidaknya dalam beberapa kasus yang sedang ditangani oleh KPK eskalasi teror semakin meningkat, tidak hanya sekedar ancaman terapi sudah menjadi teror fisik yang mengancam nyawa.

"Ini bukan teror pertama pada KPK dan lembaga pemberantas korupsi. Teror tidak hanya ancaman tapi sudah kekerasan fisik", jelas Hifdzil Alim. 

Untuk itu PUKAT UGM mengutuk keras segala bentuk teror kepada KPK, menuntut presiden Jokowi untuk memperbaiki Polri mengusut hingga tuntas penyerangan Novel Baswedan. Selain itu, PUKAT juga menuntut kepolisian RI untuk menungkatkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dan mendorong pimpinan KPK untuk memberikan perlindungan terhadap KPK. 

back to top