Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

Jogja-KoPi| Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada mengutuk keras dan meminta pengusutan kasus penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan.

 

Penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada pagi ini, Selasa (11/4), saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh di Masjid Al Ikhsan. Pelaku penyerangan yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras pada Novel Baswedan.

Penyerangan tersebut menurut Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM, merupakan serangan balik koruptor terhadap pemberantas korupsi.

"Kami menduga ini adalah serangan balik koruptor terhadap pemberantasan korupsi. Sedih sekali apabila sekelas penyidik diberikan senjata api tidak dapat berkeliaran​ dengan serangan tersebut", jelasnya saat konverensi press, Selasa (11/4) di kantor PUKAT UGM.

Selain itu Hifdzil Alim juga menyakini bahwa penyerangan pada Novel Baswedan adalah serangan bar-bar dan teror.

"Kami menyakini ini adalah serangan bar-bar, serangan biadab. Bentuk teror", ujarnya.

Bukan kali ini saja teror menghampiri pegawai KPK. Setidaknya dalam beberapa kasus yang sedang ditangani oleh KPK eskalasi teror semakin meningkat, tidak hanya sekedar ancaman terapi sudah menjadi teror fisik yang mengancam nyawa.

"Ini bukan teror pertama pada KPK dan lembaga pemberantas korupsi. Teror tidak hanya ancaman tapi sudah kekerasan fisik", jelas Hifdzil Alim. 

Untuk itu PUKAT UGM mengutuk keras segala bentuk teror kepada KPK, menuntut presiden Jokowi untuk memperbaiki Polri mengusut hingga tuntas penyerangan Novel Baswedan. Selain itu, PUKAT juga menuntut kepolisian RI untuk menungkatkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dan mendorong pimpinan KPK untuk memberikan perlindungan terhadap KPK. 

back to top