Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

Jogja-KoPi| Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada mengutuk keras dan meminta pengusutan kasus penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan.

 

Penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada pagi ini, Selasa (11/4), saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh di Masjid Al Ikhsan. Pelaku penyerangan yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras pada Novel Baswedan.

Penyerangan tersebut menurut Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM, merupakan serangan balik koruptor terhadap pemberantas korupsi.

"Kami menduga ini adalah serangan balik koruptor terhadap pemberantasan korupsi. Sedih sekali apabila sekelas penyidik diberikan senjata api tidak dapat berkeliaran​ dengan serangan tersebut", jelasnya saat konverensi press, Selasa (11/4) di kantor PUKAT UGM.

Selain itu Hifdzil Alim juga menyakini bahwa penyerangan pada Novel Baswedan adalah serangan bar-bar dan teror.

"Kami menyakini ini adalah serangan bar-bar, serangan biadab. Bentuk teror", ujarnya.

Bukan kali ini saja teror menghampiri pegawai KPK. Setidaknya dalam beberapa kasus yang sedang ditangani oleh KPK eskalasi teror semakin meningkat, tidak hanya sekedar ancaman terapi sudah menjadi teror fisik yang mengancam nyawa.

"Ini bukan teror pertama pada KPK dan lembaga pemberantas korupsi. Teror tidak hanya ancaman tapi sudah kekerasan fisik", jelas Hifdzil Alim. 

Untuk itu PUKAT UGM mengutuk keras segala bentuk teror kepada KPK, menuntut presiden Jokowi untuk memperbaiki Polri mengusut hingga tuntas penyerangan Novel Baswedan. Selain itu, PUKAT juga menuntut kepolisian RI untuk menungkatkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dan mendorong pimpinan KPK untuk memberikan perlindungan terhadap KPK. 

back to top