Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Proses pembentukan Pergub Pengaturan Taksi DIY sudah 99 persen

Proses pembentukan Pergub Pengaturan Taksi DIY sudah 99 persen

Jogja-KoPi│Proses pembentukan Peraturan Gubernur tentang Pengaturn Taksi DIY sudah mencapai 99 persen, tinggal menunggu tanda tangan gubernur.

Asisten II Sekda DIY, Gatot Saptadi mengatakan proses pembentukan Pergub Pengaturan Taksi DIY baik taksi reguler maupun taksi sewa khusus (online) telah mencapai 99 persen, dan sempat terhenti karena keluarnya Peraturan Menteri Nomor 26 Tahun 2017.

“Kita harus menyesuaikan dengan Permen dulu. Jangan sampai berbeda dengan yang di atas. Itu pun tidak semata-mata bisa dilakukan pemerintah daerah saja, harus mendapatkan persetujuan dari Menteri”, tambahnya saat diwawancarai di Kantor Kepatihan, Rabu (3/5).

Sementara, Pergub tersebut akan memuat 11 poin pengaturan taksi di DIY, diantaranya masalah nomer plat taksi sewa khusus, tarif dasar dan tarif atas taksi, wilayah pengeoperasian taksi, serta kuota jumlah taksi di DIY.

“Pergub akan memuat pengaturan nomer plat taksi sewa khusus yang akan diberikan identitas khusus sehingga mudah diketahui jika itu taksi. Selain itu, ada pengaturan KIR, pembatasan CC, tidak diperbolehkannya STNK perseorangan, serta kuota taksi tambahan 10 persen dari jumlah taksi di DIY”, jelas Gatot.

Ia juga mengatakan Pergub akan segera jadi maksimal bulan Juni karena Peraturan Menteri memberikan waktu 3 bulan sebelum Pergub disahkan dan dikeluarkan.

“Peraturan Menteri yang dikeluarkan tanggal 1 April memberikan waktu selama tiga bulan untuk diskusi dan sosialisasi, untuk mempersiapkan hal yang perlu dipersiapkan”, jelasnya.

Sementara untuk waktu pasti pengeluran Pergub Gatot tidak berani menjanjikan. Ia hanya mengatakan untuk mengusahakan Pergub keluar akhir Mei.

“Kita akan terus berdiskusi menyelesaikan masalah ini. Saya tidak berani menyebut waktu. Mei akan diusahakan dikeluarkan, karena Pergub ini berhubungan dengan dinas lain. Untuk plat akan berhubungan dengan kepolisian”, jelasnya.

Untuk itu ia meminta kepada pengemudi taksi reguler untuk sabar menanti keluarnya Pergub.

“Sabar untuk menanti waktu karena Pergub terkait dengan berbagai dinas. Saya yakinkan kalau Pergub pasti akan terbit”, pungkasnya.

back to top