Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Program Kesejahteraan untuk guru agama di DIY

Program Kesejahteraan untuk guru agama di DIY

Jogja-KoPi| Kesejahteraan dalam pengelola lembaga/unit (TPA, TKA dan MADIN) dipengaruhi oleh bantuan dari pemerintah kota melalui program Badan Amil Zakat Nasional seperti yang disinggung dalam kegiatan Penthasyarufan dana zakat di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta (11/12).

Misbahrudin Waki Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengatakan terdapat beberapa Program dari pemerintah diantaranya program DIY Sejahtera, dimana program ini merupakan program penthasyarufan zakat yang di dipilih pemerintah tentang pentingnya dana zakat untuk kesejahteraan para direktur, pengajar dan pengelola suatu lembaga atau unit.

Walaupun program ini sudah banyak dilakukan oleh lembaga swasta lainnya, tapi untuk mensuport para pengajar atau pengampu agar lebih semangat.

“Dapat kita ketahui bahwa guru pengajar di TPA, TKA dan MADIN dari dahulu tidak pernah menerima bayaran, oleh karena itu program ini dianggap penting yang bertujuan untuk kesejahteraan guru pengajar dilembaga/unit tersebut," Mishbahrudin menegaskan.

"Program penthasyarufan dana zakat pada tahun ini mencapai 3,8 M lebih besar dari tahun sebelumnya, hampir 75% dana zakat BAZNAS dialokasikan untuk seluruh guru pengajar melalui direktur pengelola secara langsung per individu tanpa ada perbedaan”, tambah Mishbah.

Selain program kesejahteraan untuk direktur lembaga/unit yang dilakukan BAZNAS mencapai 75%, pemerintah kota juga melakukan pembagian dana bantuan secara menyeluruh seperti halnya anggaran pendanaan yang mencapai 1,7 M untuk dialokasikan sebagai bantuan jariah santri kurang mampu dengan di kelola secara langsung oleh pengelola setempat.

Selain itu anggaran yang dikeluarkan pemerintah kota setiap tahunnya untuk kesejahteraan lembaga/unit mencapai 4 juta/unit guna untuk kesejahteraan dalam bidang sekretariatan.

Mishbahudin mengklarifikasi kembali bahwa melalui mekanisme surat edaran, langkah BAZNAS dalam mengundang ke bagian pengawasan tingkat kota dan tingkat rayon (kecamatan) hingga ke lembaga-lembaga daerah pedesaan, guna memberitahukan waktu pencairan anggaran disetiap lembaga/unit.

Program ini mulai di lakukan oleh BAZNAS pada tahun 2011 hingga sekarang, setiap tahun di daerah DIY mengalami peningkatan berdasarkan analisis yang dilakukan setelah penerapan program DIY TAQWA, DIY CERDAS, DIY PEDULI, dan DIY SEJAHTERA.

Hal ini dapat dibuktikan melalui data yang didapat tahun sebelumnya bahwa TPA, TKA dan MADIN se Yogyakarta mencapai 350 unit dan hingga bulan desember 2015 ini mulai terlihat meningkat kembali mencapai 385 unit.

Dalam pembentukan TPA, TKA, MADIN terdapat lembaga sebagai pengayom antara lain, Bagian Kota yang bertugas untuk mengayomi juga mengawasi lembaga tingkat kota dan pengayom tingkat kecamatan terdapat Bagian Rayon yang bertugas sebagai lembaga pengawas tingkat pedesaan sekecamatan. |Cucuk Armanto|

 

back to top