Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Program Kesejahteraan untuk guru agama di DIY

Program Kesejahteraan untuk guru agama di DIY

Jogja-KoPi| Kesejahteraan dalam pengelola lembaga/unit (TPA, TKA dan MADIN) dipengaruhi oleh bantuan dari pemerintah kota melalui program Badan Amil Zakat Nasional seperti yang disinggung dalam kegiatan Penthasyarufan dana zakat di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta (11/12).

Misbahrudin Waki Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengatakan terdapat beberapa Program dari pemerintah diantaranya program DIY Sejahtera, dimana program ini merupakan program penthasyarufan zakat yang di dipilih pemerintah tentang pentingnya dana zakat untuk kesejahteraan para direktur, pengajar dan pengelola suatu lembaga atau unit.

Walaupun program ini sudah banyak dilakukan oleh lembaga swasta lainnya, tapi untuk mensuport para pengajar atau pengampu agar lebih semangat.

“Dapat kita ketahui bahwa guru pengajar di TPA, TKA dan MADIN dari dahulu tidak pernah menerima bayaran, oleh karena itu program ini dianggap penting yang bertujuan untuk kesejahteraan guru pengajar dilembaga/unit tersebut," Mishbahrudin menegaskan.

"Program penthasyarufan dana zakat pada tahun ini mencapai 3,8 M lebih besar dari tahun sebelumnya, hampir 75% dana zakat BAZNAS dialokasikan untuk seluruh guru pengajar melalui direktur pengelola secara langsung per individu tanpa ada perbedaan”, tambah Mishbah.

Selain program kesejahteraan untuk direktur lembaga/unit yang dilakukan BAZNAS mencapai 75%, pemerintah kota juga melakukan pembagian dana bantuan secara menyeluruh seperti halnya anggaran pendanaan yang mencapai 1,7 M untuk dialokasikan sebagai bantuan jariah santri kurang mampu dengan di kelola secara langsung oleh pengelola setempat.

Selain itu anggaran yang dikeluarkan pemerintah kota setiap tahunnya untuk kesejahteraan lembaga/unit mencapai 4 juta/unit guna untuk kesejahteraan dalam bidang sekretariatan.

Mishbahudin mengklarifikasi kembali bahwa melalui mekanisme surat edaran, langkah BAZNAS dalam mengundang ke bagian pengawasan tingkat kota dan tingkat rayon (kecamatan) hingga ke lembaga-lembaga daerah pedesaan, guna memberitahukan waktu pencairan anggaran disetiap lembaga/unit.

Program ini mulai di lakukan oleh BAZNAS pada tahun 2011 hingga sekarang, setiap tahun di daerah DIY mengalami peningkatan berdasarkan analisis yang dilakukan setelah penerapan program DIY TAQWA, DIY CERDAS, DIY PEDULI, dan DIY SEJAHTERA.

Hal ini dapat dibuktikan melalui data yang didapat tahun sebelumnya bahwa TPA, TKA dan MADIN se Yogyakarta mencapai 350 unit dan hingga bulan desember 2015 ini mulai terlihat meningkat kembali mencapai 385 unit.

Dalam pembentukan TPA, TKA, MADIN terdapat lembaga sebagai pengayom antara lain, Bagian Kota yang bertugas untuk mengayomi juga mengawasi lembaga tingkat kota dan pengayom tingkat kecamatan terdapat Bagian Rayon yang bertugas sebagai lembaga pengawas tingkat pedesaan sekecamatan. |Cucuk Armanto|

 

back to top