Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

POTADS-PIK Yogyakarta Peringati Hari Sindroma Down Dunia

POTADS-PIK Yogyakarta Peringati Hari Sindroma Down Dunia

Jogja-KoPi│POTADS-PIK (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) memperingati hari Sindroma Down dunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret dengan mengadakan kegiatan bertema, “Friends, Culture, And Nature”, pada Minggu 20 Maret 2016 di Balaikota Yogyakarta.

Kegiatan yang diadakan oleh POTADS-PIK dalam rangka memperingati hari Sindroma Down dunia ini diawali dengan latihan bersama pencak silat dari Perisai Diri dan Keluarga Pencak Silat Muntilan, ice breaking dari Pelangi Buana Sakti, sarasehan (Diskusi komunitas disabel Yogyakarta), pertunjukan seni dari ADS (Anak Down Syndrome) dan komunitas lain seperti breakdance dari POTADS, tari-tarian dari Karisma Dance, Sanggar Nali Tari, SLB Pembina, Little Tree dan pertunjukan perkusi dari SDLB Tegar Harapan Sleman.

Kegiatan yang dibuka oleh KGPAA Pakualaman X ini, bertujuan sebagai ruang interaksi ADS dengan masyarakat umum, melatih ADS mandiri dan kreatif, bersosialisasi dengan komunitas lain dan melatih ADS mencintai budaya dan lingkungannya.

Menurut, Sri Rejeki Ekasasi, Ketua POTADS PIK, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ADS mempunyai hak yang sama sebagai warga negara, ADS wajib diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya, ADS mempunyai hak untuk turut serta membangun negara melalui pelestarian budaya dan alam bersama-sama dengan masyarakat sekitar.

“Kami berharap anak-anak dengan sindroma down dan berkebutuhan khusus lainnya diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan ambil bagian dalam pembangunan, kesetaraan dalam pekerjaan, lingkungan yang kondusif untuk saling berinteraksi dalam keberagaman,” tambahnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye internasional mendorong seluruh dunia termasuk Yogyakarta untuk meningkatkan kesadaran tentang apa itu Down Syndrome, memahami kondisi anak tersebut, dan bagaimana orang-orang dengan syndroma down dapat hidup berdampingan dan memainkan peran penting dalam kehidupan dan masyarakat. │Frenda Yentin 

back to top