Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Politik uang masih relatif diterima di Jatim

Politik uang masih relatif diterima di Jatim

Surabaya-KoPI| Potensi politik uang masih sangat besar terjadi dalam piihan langsung gubenuru Jawa Timur 2018.  Hasil jejak pendapat yang dilakukan Lembaga Survey Indikator menyebutkan sebanyak 41% penduduk masih bersedia menerima uang dalam proses politik. Namun 59% menyatakan tidak akan menerima uang suap yang diberikan.

Sementara itu sebanyak 30% menyatakan menerima uang dan memilih pemimpin yang memberi uang suap. Sedangkan 50% menyatakan tetap akan menerima uang suap tetapi memilih pemimpin lain.

Dalam jejak pendapat dengan responden 819 orang ini hanya 6% yang menyatakan tidak akan menerima uang suap.

back to top