Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Sleman-KoPi|Sepanjang penanganan kasus narkoba Januari hingga Agustus, Direktorat reserse Narkoba(Ditresnarkoba) Polda DIY belum menemukan obat jenis PCC beredar di DIY.

Wakil Ditresnarkoba,Baron Uryanto mengatakan pihaknya mengamankan setidaknya puluhan ribu Obat keras resmi bukan jenis PCC sepanjang operasi 8 bulan tersebut.

"Hasil operasi sejak Januari kami,terdapat 27.853 obat keras yang kami temukan dan amankan, semua jenis obat ini tidak ada yang seperti PCC atau Somadril seperti yang ada di Kendari,"ujarnya saat press Release di Kantor Ditresnarkoba Polda DIY, Jumat (29/9).

Ia menjelaskan obat-obat yang disita ini bernama camlet, yarindo,riklona,alpazolam, triehexipenidil, hexilgan, heximer. Semua jenis obat ini merupakan obat keras resmi yang membutuhkan resep dokter. Sementara efek yang dihasilkannya bervariatif dari penumbuhan rasa percaya diri,relaksasi hingga halusinasi.

"Sebenarnya kegunaan obat-obat ini bisa untuk jantung, syaraf dan relaksasi,namun disalahgunakan oleh oknum tertentu dan pengedar,obat ini menjadi menimbulkan efek ketagihan dan kebanyakan nge Fly,"tuturnya.

Pada proses pengamanan ini,Polda DIY pun sudah menangkap 149 pengedar selama operasi tersebut. Semua tersangka ini berumur dengan rentan 17 tahun hingga 30 tahun. Semua pelaku pun ditemukan tidak memegang obat yang sama seperti kasus PCC Kendari.

Tak berhenti pada bulan Agustus,Pihak Polda pun sebelumnya juga sudah melaksanakan razia PCC yang dilakukan oleh petugas ditresNARKOBA POLDA DIY dan BP POM serta Dinas kesehatan DIY pada tanggal 14 September 2017.

Total 7 apotik dari wilayah Kota ,Sleman ,Kulonprogo dan 1 toko obat di Kota dirazia. Hasil razia dari berbagai sektor pun tidak menemukan obat jenis PCC di wilayah DIY

"Disamping itu dari jajaran Sat res narkoba pada tingkat kewilayahan juga melakuakan razia dengan unsur terkait pada tingkat kabupaten dan kota dengan hasil tidak ditemukan obat pcc,"tambahnya

Meski terbilang lega dengan tidak ditemukannya Pcc,Baron bersama Ditresnarkoba Polda DIY tetap akan menggiatkan razia dan pemeriksaan khususnya pada semua jenis obat keras seperti PCC sampai akhir tahun nanti. Tak hanya itu,pihak Polda pun juga akan mengintensifkan penyuluhan di berbagai instansi ,sekolah,serta kalangan pelajar DIY terkait bahaya narkoba tak sekedar di PCC saja namun semua jenis narkoba.

back to top