Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Sleman-KoPi|Sepanjang penanganan kasus narkoba Januari hingga Agustus, Direktorat reserse Narkoba(Ditresnarkoba) Polda DIY belum menemukan obat jenis PCC beredar di DIY.

Wakil Ditresnarkoba,Baron Uryanto mengatakan pihaknya mengamankan setidaknya puluhan ribu Obat keras resmi bukan jenis PCC sepanjang operasi 8 bulan tersebut.

"Hasil operasi sejak Januari kami,terdapat 27.853 obat keras yang kami temukan dan amankan, semua jenis obat ini tidak ada yang seperti PCC atau Somadril seperti yang ada di Kendari,"ujarnya saat press Release di Kantor Ditresnarkoba Polda DIY, Jumat (29/9).

Ia menjelaskan obat-obat yang disita ini bernama camlet, yarindo,riklona,alpazolam, triehexipenidil, hexilgan, heximer. Semua jenis obat ini merupakan obat keras resmi yang membutuhkan resep dokter. Sementara efek yang dihasilkannya bervariatif dari penumbuhan rasa percaya diri,relaksasi hingga halusinasi.

"Sebenarnya kegunaan obat-obat ini bisa untuk jantung, syaraf dan relaksasi,namun disalahgunakan oleh oknum tertentu dan pengedar,obat ini menjadi menimbulkan efek ketagihan dan kebanyakan nge Fly,"tuturnya.

Pada proses pengamanan ini,Polda DIY pun sudah menangkap 149 pengedar selama operasi tersebut. Semua tersangka ini berumur dengan rentan 17 tahun hingga 30 tahun. Semua pelaku pun ditemukan tidak memegang obat yang sama seperti kasus PCC Kendari.

Tak berhenti pada bulan Agustus,Pihak Polda pun sebelumnya juga sudah melaksanakan razia PCC yang dilakukan oleh petugas ditresNARKOBA POLDA DIY dan BP POM serta Dinas kesehatan DIY pada tanggal 14 September 2017.

Total 7 apotik dari wilayah Kota ,Sleman ,Kulonprogo dan 1 toko obat di Kota dirazia. Hasil razia dari berbagai sektor pun tidak menemukan obat jenis PCC di wilayah DIY

"Disamping itu dari jajaran Sat res narkoba pada tingkat kewilayahan juga melakuakan razia dengan unsur terkait pada tingkat kabupaten dan kota dengan hasil tidak ditemukan obat pcc,"tambahnya

Meski terbilang lega dengan tidak ditemukannya Pcc,Baron bersama Ditresnarkoba Polda DIY tetap akan menggiatkan razia dan pemeriksaan khususnya pada semua jenis obat keras seperti PCC sampai akhir tahun nanti. Tak hanya itu,pihak Polda pun juga akan mengintensifkan penyuluhan di berbagai instansi ,sekolah,serta kalangan pelajar DIY terkait bahaya narkoba tak sekedar di PCC saja namun semua jenis narkoba.

back to top