Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Polda DIY amankan puluhan ribu obat keras bukan jenis PCC

Sleman-KoPi|Sepanjang penanganan kasus narkoba Januari hingga Agustus, Direktorat reserse Narkoba(Ditresnarkoba) Polda DIY belum menemukan obat jenis PCC beredar di DIY.

Wakil Ditresnarkoba,Baron Uryanto mengatakan pihaknya mengamankan setidaknya puluhan ribu Obat keras resmi bukan jenis PCC sepanjang operasi 8 bulan tersebut.

"Hasil operasi sejak Januari kami,terdapat 27.853 obat keras yang kami temukan dan amankan, semua jenis obat ini tidak ada yang seperti PCC atau Somadril seperti yang ada di Kendari,"ujarnya saat press Release di Kantor Ditresnarkoba Polda DIY, Jumat (29/9).

Ia menjelaskan obat-obat yang disita ini bernama camlet, yarindo,riklona,alpazolam, triehexipenidil, hexilgan, heximer. Semua jenis obat ini merupakan obat keras resmi yang membutuhkan resep dokter. Sementara efek yang dihasilkannya bervariatif dari penumbuhan rasa percaya diri,relaksasi hingga halusinasi.

"Sebenarnya kegunaan obat-obat ini bisa untuk jantung, syaraf dan relaksasi,namun disalahgunakan oleh oknum tertentu dan pengedar,obat ini menjadi menimbulkan efek ketagihan dan kebanyakan nge Fly,"tuturnya.

Pada proses pengamanan ini,Polda DIY pun sudah menangkap 149 pengedar selama operasi tersebut. Semua tersangka ini berumur dengan rentan 17 tahun hingga 30 tahun. Semua pelaku pun ditemukan tidak memegang obat yang sama seperti kasus PCC Kendari.

Tak berhenti pada bulan Agustus,Pihak Polda pun sebelumnya juga sudah melaksanakan razia PCC yang dilakukan oleh petugas ditresNARKOBA POLDA DIY dan BP POM serta Dinas kesehatan DIY pada tanggal 14 September 2017.

Total 7 apotik dari wilayah Kota ,Sleman ,Kulonprogo dan 1 toko obat di Kota dirazia. Hasil razia dari berbagai sektor pun tidak menemukan obat jenis PCC di wilayah DIY

"Disamping itu dari jajaran Sat res narkoba pada tingkat kewilayahan juga melakuakan razia dengan unsur terkait pada tingkat kabupaten dan kota dengan hasil tidak ditemukan obat pcc,"tambahnya

Meski terbilang lega dengan tidak ditemukannya Pcc,Baron bersama Ditresnarkoba Polda DIY tetap akan menggiatkan razia dan pemeriksaan khususnya pada semua jenis obat keras seperti PCC sampai akhir tahun nanti. Tak hanya itu,pihak Polda pun juga akan mengintensifkan penyuluhan di berbagai instansi ,sekolah,serta kalangan pelajar DIY terkait bahaya narkoba tak sekedar di PCC saja namun semua jenis narkoba.

back to top