Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Pilwali Jogja dipandang tidak akan berikan perubahan

Pilwali Jogja dipandang tidak akan berikan perubahan

Jogja-KoPi“Pilwali (Pilihan Walikota) Jogja tidak akan berikan perubahan apa-apa bagi Jogja. Sudah 5 tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak untuk kepentingan masyarakat tapi untuk para elit,” jelas Gregorius Sahdan, Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, saat diskusi Pasca Pilwali Warga Berdaya, Kamis (19/1).

Pemerintahan Yogyakarta selama lima tahun terakhir tidak memperlihatkan prestasi yang baik. Kebijakan dan APBD hanya digunakan untuk kepentingan elit dan investor. Masyarakat hanya dibohongi pemerintah. Padahal Yogyakarta memiliki pendapatan yang meningkat di tahun ini, yaitu 507 miliar.

“Lima tahun terakhir cukup untuk dibohongi pemerintah. Tidak ada kesejahteraan, tidak ada penurunan kemiskinan, tidak ada perkembangan pemerintah yang bertambah baik”, jelas Gregorius Sahdan. 

Pilwali Jogja yang mengusung dua calon Imam Priyono - Achmad Fadli serta Haryadi Suyuti - Heroe Poerwadi dirasa tidak akan memberikan perubahan bagi perkembangan Yogyakarta. Pasalnya dua calon walikota tersebut merupakan walikota dan wakil walikota Yogyakarta sebelumnya yang telah memerintah di Yogyakarta selama lima tahun terakhir.

“Saya ragu dan tidak yakin bahwa pemerintahan lima tahun ke depan akan mensejahterakan masyarakat, pasalnya pemerintahan lima tahun terakhir sangat lambat dalam merespon masalah dan tertutup dalam pemerintahan”, ujar Gregorius Sahdan.

Selain itu, Gregorius Sahdan juga mengajak masyarakat untuk mengawal pemerintahan lima tahun ke depan dengan merebut APBD, membuat konsilidasi publik yang akan memperkuat masyarakat, serta menyatukan aktor-aktor masyarakat yang berserakan.

“Kita harus merebut APBD dengan cara melibatkan diri dalam kegiatan kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Membuat konsilidasi publik serta harus menyatukan aktor-aktor masyarakat yang berserakan untuk mengontrol pemerintahan, sehingga tidak dibohongi kembali oleh pemerintah”, papar Gregorius Sahdan.

back to top