Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Peserta ujian tulis UGM 2016 meningkat 14%

Peserta ujian tulis UGM 2016 meningkat 14%

Jogja-KoPiPeserta Ujian Tulis UTUL UGM meningkat 14% dari tahun kemarin, sebanyak 32.606 peserta mengikuti UTUL UGM secara serentak, Minggu (5/6) di Yogyakarta, Pekanbaru, Balikpapan, dan Jakarta.

Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih mengatakan bahwa peserta yang mengikuti ujian tulis di Yogyakarta sebanyak 27.930, Pekanbaru 1.716, Jakarta 2.602, dan Balikpapan 358 orang.

Sementara itu, untuk peserta yang engikuti ujian di Yogyakarta terdiri atas kelompok Saintek sebanyak 18.052, Soshum 8.430, dan Campuran 1.448 orang.

”Jumlah ini meningkat 14% dibandingkan tahun lalu dengan peserta 28.603 orang,” tambahnya.

Dari keseluruhan jumlah peserta yang mengikuti UTUL di Yogyakarta terdapat 10 anak berkebutuhan khusus, masing-masing 4 orang tunanetra, 3 tuna rungu, dan 3 tunadaksa. Menurut Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UGM, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yang mengikuti UTUL ini.

“Soalnya sama, hanya saja ruangan dan pengawasnya berbeda. Pengawas untuk peserta berkebutuhan khusus terutama tunarungu diambilkan dari SLB,” jelasnya.

Sementara itu, untuk peserta yang tunanetra dibantu pengawas dalam hal membacakan soal dan melingkari lembar jawaban. “Dalam tes ini tidak digunakan huruf brille, pengawas yang akan membacakan soal dan akan diberi tambahan waktu 30 menit tiap tipe soal”, tututur Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D.

Pelaksanaan UTUL di Yogyakarta tahun ini tidak hanya dilakukan di Kampus UGM tetapi juga melibatkan 25 sekolah SMP dan SMA yang ada di Yogyakarta, yaitu di sekitar daerah Baciro, Jetis, Perban dan Kota Baru. Jumlah lokasi yang digunakan yaitu 72 lokasi dengan 992 ruang . Pengawas dan penanggung yang terlibat sejumlah 2.950 orang, terdiri atas 741 dosen, 1.651 karyawan, dan 558 guru.

UTUL UGM ini merupakan penjaringan terakhir yang dilakukan UGM untuk program Sarjana, dan gelombang pertama untuk program diploma. Seleksi UTUL UGM ini mengambil kuota 30% dari keseluruhan siswa yang akan diterima di UGM atau sebesar 1.972 mahasiswa.

“Hasil Seleksi UTUL UGM ini memiliki bagian 30% dari jumlah mahasiswa yang akan diterima di UGM, dimana sebelumnya UGM telah melakukan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 40% dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) sebanyak 30%,” Jelas Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D.

Dengan adanya UTUL UGM ini diharapkan masyarakat mendapatkan akses yang lebih besar untuk memperoleh penidikan tinggi.

“Harapannya dengan UTUL ini putera-puteri terbaik Indonesia berkesempatan untuk bisa kuliah di UGM,” jelas Dr. Agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih.

back to top