Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Jogja-KoPi|Untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke 72, Restaurant Madam Tan Group membuat panganan ketan merah putih dengan panjang belasan meter.

Ketan merah putih ini dibuat khusus dengan angka ukuran mengikuti penanggalan hari kemerdekaan Indonesia. Ketan dibuat dengan ukuran panjang 17 meter, lebar 17 cm, dan tinggi ketan 4,5 cm. Sementara warna ketan merah putih menirukan bendera nasional indonesia.

"Ketan ini kami buat dengan ukuran mengikuti tanggal dan tahun hari Kemerdekaan Republik Indonesia,"ujar Timothius Suhandi, Marketing Komunikasi Madam Tan saat pembukaan acara di Madam Tan Restorante,Grand Aston ,Rabu (16/8).

Timothius menjelaskan landasan pemilihan ketan sendiri karena ketan merupakan salah satu makanan tradisional asli Indonesia. Berat ketan yang digunakan dalam gelaran ini menggunkan bahan ketan seberat 10 hingga 15 kilogram.

Ketan ini diolah dan dicampur dengan pewarna merah alami makanan menggunakan buah Beetroot. Setelah jadi, ketan ini disiram dengan serbuk serundeng.

"Serundeng inilah yang membedakan ketan kita dengan ketan lainnya,isi dari serundeng merupakan campuran kelapa sangrai,kacang,udang dan ikan teri,"ucapnya.

Meski pembuatan ketan ini terlihat melelahkan,namun Chef Andre dari madam tan mengungkapkan proses masaknya tidak memakan waktu lama. Bersama 3 chef lainnya,ia memasak ketan dalam waktu 4 jam atau hanya satu malam.

Ketan ini selanjutnya dibuat untuk perlombaan makan ketan tercepat bertempat di Madam Tan Restorante , Grand Aston Yogyakarta. Perlombaan ini diikuti belasan rekan media, warga umum, serta pelanggan Madam Tan.

Mereka yang menang lomba mendapatkan Voucher Room Pop Hotel Timoho,Voucher Sadis (Saturday Night Safron Resto) serta Voucher dari Madam Tan

Sementara jika terdapat sisa ketan pasca lomba ,madam tan akan memberikan sisa ketan ini ke badan charity untuk dibagikan ke orang-orang yang kurang beruntung dipinggir jalan.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top