Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Peringati Hari Kanker dengan aksi Berani Gundul

Peringati Hari Kanker dengan aksi Berani Gundul

Jogja-KoPi│Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) cabang Yogyakarta ajak masyarakat peduli kanker dengan tantangan berani gundul pada peringatan hari kanker sedunia, yang akan dilaksankan tanggal 26 Februari 2017, bertempat di Atrium Jogja City Mall Yogyakarta.

Berani gundul merupakan salah satu acara untuk memperingati hari Kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Februari 2016.  Tantangan berani gundul dipilih karena tidak semua masyarakat berani gundul dan terdapat anggapan negatif ketika seseorang gundul.

Menurut Eka Wibowo, Ketua YKAKI Jogja, dalam kegiatan Jumpa Pers Aksi Berani Gundul di Hotel Horisen Ultima Riss Yogyakarta pada hari Jumat (17/2), bahwa tidak semua orang berani gundul, sedangkan anak-anak penderita kanker identik dengan gundul akibat pengobatan mereka.

“Tidak semua orang berani gundul, banyak pertimbangan untuk mencukur rambut hingga gundul, baik anggapan masyarakat, ejekan dan lain sebagainya. Tapi anak-anak penderita kanker harus menjadi gundul akibat dari pengobatan yang mereka jalani”, tambahnya.

Anak-anak penderita tidak memiliki pilihan selain menjadi gundul akibat dari pengobatan yang mereka jalani. Namun, terkadang kondisi gundul mengakibatkan mereka tertekan karena bulying, malu, dan tidak percaya diri.
“Keadaan gundul kadang membuat anak-anak penderita kanker diejek oleh temannya, sehingga mereka malu dan tertekan”, kata Eka Wibowo.
    
Dengan adanya aksi berani gundul ini, diharapkan masyarakat semakin peduli dan simpati kepada penderita kanker. Tidak menjauhi penderita kanker dan menganggapnya sebagai penyakit menular.
Penyebab Kanker
    
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab pertama kematian. Ia menjadi momok bagi setiap manusia. Penderitanya bisa dari balita hingga lansia. Penyebabnya bermacam-macam, dari gen yang bersifat bawaan hingga polusi dan pemanasan global yang terjadi sekarang ini.
    
YKAKI yang bekerjesama dengan Rumah sakit Sardjito mencatat bahwa penderita kanker dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun ini YKAKI menaungi 150 anak penderita kanker yang kebanyakan mengidap kanker darah. Di mana pengobatannya membutuhkan waktu minimal 2 tahun.
    
Di sisi lain banyak hal yang menjadi penyebab kanker. Menurut Eka Wibowo, penyebab kanker dapat sendiri dapat dikarenakan gen yang bersifat bawaan dari orang tua, bahan kimia, junk food, hingga radiasi akibat pemanasan global.

“Penyebab kanker bisa dikarenakan gen, orang  tua bisa membawa gen kanker. Di sisi lain setiap manusia memiliki potensi sel kanker, namun tidak semua sel kanker tersebut tumbuh”, jelas Eka Wibowo.
    
Sedangkan, junk food seperti mie, makanan cepat saji serta yang mengandung msg dan pengawet juga menjadi penyebab pengaktif sel kanker yang ada dalam tubuh manusia. Begitu juga dengan radiasi atas pemanasan global.

“Junk food dan radiasi bisa menjadi penyebab kanker bagi anak-anak maupun orang dewasa”, tutur Eka Wibowo.

 

back to top