Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peringati Hardiknas, Pegawai non PNS UPN Veteran gelar aksi mogok kerja

Peringati Hardiknas, Pegawai non PNS UPN Veteran gelar aksi mogok kerja

Jogja-KoPi| Dosen dan Tenaga Pendidikan UPN "Veteran" Yogyakarta yang tergabung dalam Forum Pegawai Tetap Yayasan (PTY) menggelar aksi Mogok Kerja untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional serta meminta keadilan akan posisi mereka sebagai PTY di lapangan rektorat UPN, Selasa (2/5).

Aksi mogok yang dilakukan sebagai bentuk protes terkait permasalahan kepegawaian di UPN akibat perubahan status Universitas dari swasta ke negeri di tahun 2014. Ketua Dewan Penasihat Forum PTY, Ir. Lestanta Budiman, M.Hum mengatakan setidaknya dari 800 pegawai di UPN, terdapat 412 pegawai yang belum mendapatkan kepastian status sebagai PNS.

“Pada aksi ini kami menggelar aksi mogok kerja selama sehari dan kami meminta keadilan berkaitan dengan status kami sebagai pegawai tetap yayasan (PTY) yang tidak memiliki payung hukum seperti PNS”, ujarnya.

Lestanta juga menambahkan dari permasalahan ketidak jelasan status memicu permasalahan lanjutan seperti gaji yang terlambat turun, tunjangan kinerja yang tidak diberikan penuh, dan uang makan yang belum dapat diberikan. Pihaknya pun meminta Dewan Pimpinan UPN, Kemenhan, dan Kemenristek Dikti agar menyelesaikan permasalahan ini.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UPN, Prof .Dr.Ir. Sari Bahagiarti mengatakan pihaknya sudah mengajukan semua pemberkasan pengangkatan 412 PTY tersebut menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kepada Kemenristek Dikti sejak tahun 2016.

“Berkaitan pengangkatan P3K, kami sudah lakukan semua prosedur. Selanjutnya kami serahkan pengangkatan ini ke Kementrian”, kata Sari saat dimintai keterangan di Kantor Rektor UPN.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Umum Dan Keuangan, Susanta menambahkan dari 412 yang diajukan ke Kementrian semuanya sudah lolos seleksi dan tinggal menunggu waktu pengangkatan.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memberikan kepastian waktu diangkatnya pegawai yayasan menjadi P3K, karena sampai saat ini kementrian belum memberikan keterangan tambahan.

Susanta juga mengatakan pemenuhan tunjangan dan gaji sudah diberikan kepada semua pegawai pemerintah non PNS termasuk PTY sejak perubahan UPN dari swasta ke negeri. Namun, ia juga tidak memungkiri sempat terjadi permasalahan akibat perubahan kebijakan di Kantor Perbendaharaan Negara (KPPN) berkaitan dengan keterlambatan uang makan.

“Adanya perubahan kebijakan bagi pegawai yang meminta uang . Saat itu memang pegawai diminta menunjukkan surat keterangan sebagai ASN dan P3K, dan yang belum mendapat P3K saat itu memang belum bisa mendapatkan uang. Namun permasalahan ini sudah usai dan pihak KPPN telah mengabulkan permintaan uang makan bagi yang belum memiliki P3K hari ini”, pungkasnya .|Syidiq Syaiful Ardli

back to top