Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Jogja-KoPi│ Sejumlah penyandangdifabelitas terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita memberikan beberapa masukan terkait TPS Akses bagi KPU DIY di aula KPU Yogyakarta, Selasa (24/1).

Masukan diberikan terkait meja kotak suara yang terlalu tinggi, petugas KPPS yang tidak bisa mendorong kursi roda, petugas yang harus meninggalkan bilik suara ketika selesai mengantar pemilih, penunjukan surat suara terhadap saksi agar tidak kebalik, serta TPS yang tidak berlumpur dan berpasir.


“Petugas belum bisa mendorong kursi roda, ada batu tetap diterjang. Mungkin bisa menyampaikan kepada petugas KPPS caara mendorong yang baik, kalau ada batu diangkat, tidak diterjang. Selain itu saya merasa tidak nyaman dengan adanya petugas yang masih menunggu di dalam bilik setelah mengantar saya ke dalam bilik pada pemilu yang kemarin”, jelas Wiwit, peserta pendidikan pemilih.

Menyikapi masukan tersebut, Sri Surani dari KPU Yogyakarta Divisi Sosialiasasi mengucapkan terima kasih kepada para difabel dan akan menyampaikan hal apa saja yang harus dilakukan oleh KPPS untuk mewujudkan TPS Akses.

“Saya berterima kasih terhadap semua masukan yang ada, kami akan berupaya untuk mengimplementasikan itu semua. Namun, kami mohon maaf jika dalam pelaksanaanya masih terdapat banyak kekurangan,” papar Sri Surani.

back to top