Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Jogja-KoPi│ Sejumlah penyandangdifabelitas terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita memberikan beberapa masukan terkait TPS Akses bagi KPU DIY di aula KPU Yogyakarta, Selasa (24/1).

Masukan diberikan terkait meja kotak suara yang terlalu tinggi, petugas KPPS yang tidak bisa mendorong kursi roda, petugas yang harus meninggalkan bilik suara ketika selesai mengantar pemilih, penunjukan surat suara terhadap saksi agar tidak kebalik, serta TPS yang tidak berlumpur dan berpasir.


“Petugas belum bisa mendorong kursi roda, ada batu tetap diterjang. Mungkin bisa menyampaikan kepada petugas KPPS caara mendorong yang baik, kalau ada batu diangkat, tidak diterjang. Selain itu saya merasa tidak nyaman dengan adanya petugas yang masih menunggu di dalam bilik setelah mengantar saya ke dalam bilik pada pemilu yang kemarin”, jelas Wiwit, peserta pendidikan pemilih.

Menyikapi masukan tersebut, Sri Surani dari KPU Yogyakarta Divisi Sosialiasasi mengucapkan terima kasih kepada para difabel dan akan menyampaikan hal apa saja yang harus dilakukan oleh KPPS untuk mewujudkan TPS Akses.

“Saya berterima kasih terhadap semua masukan yang ada, kami akan berupaya untuk mengimplementasikan itu semua. Namun, kami mohon maaf jika dalam pelaksanaanya masih terdapat banyak kekurangan,” papar Sri Surani.

back to top