Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Jogja-KoPi│ Sejumlah penyandangdifabelitas terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita memberikan beberapa masukan terkait TPS Akses bagi KPU DIY di aula KPU Yogyakarta, Selasa (24/1).

Masukan diberikan terkait meja kotak suara yang terlalu tinggi, petugas KPPS yang tidak bisa mendorong kursi roda, petugas yang harus meninggalkan bilik suara ketika selesai mengantar pemilih, penunjukan surat suara terhadap saksi agar tidak kebalik, serta TPS yang tidak berlumpur dan berpasir.


“Petugas belum bisa mendorong kursi roda, ada batu tetap diterjang. Mungkin bisa menyampaikan kepada petugas KPPS caara mendorong yang baik, kalau ada batu diangkat, tidak diterjang. Selain itu saya merasa tidak nyaman dengan adanya petugas yang masih menunggu di dalam bilik setelah mengantar saya ke dalam bilik pada pemilu yang kemarin”, jelas Wiwit, peserta pendidikan pemilih.

Menyikapi masukan tersebut, Sri Surani dari KPU Yogyakarta Divisi Sosialiasasi mengucapkan terima kasih kepada para difabel dan akan menyampaikan hal apa saja yang harus dilakukan oleh KPPS untuk mewujudkan TPS Akses.

“Saya berterima kasih terhadap semua masukan yang ada, kami akan berupaya untuk mengimplementasikan itu semua. Namun, kami mohon maaf jika dalam pelaksanaanya masih terdapat banyak kekurangan,” papar Sri Surani.

back to top