Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Penyandang difabelitas memberikan masukan KPU terkait TPS Akses

Jogja-KoPi│ Sejumlah penyandangdifabelitas terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna netra, tuna grahita memberikan beberapa masukan terkait TPS Akses bagi KPU DIY di aula KPU Yogyakarta, Selasa (24/1).

Masukan diberikan terkait meja kotak suara yang terlalu tinggi, petugas KPPS yang tidak bisa mendorong kursi roda, petugas yang harus meninggalkan bilik suara ketika selesai mengantar pemilih, penunjukan surat suara terhadap saksi agar tidak kebalik, serta TPS yang tidak berlumpur dan berpasir.


“Petugas belum bisa mendorong kursi roda, ada batu tetap diterjang. Mungkin bisa menyampaikan kepada petugas KPPS caara mendorong yang baik, kalau ada batu diangkat, tidak diterjang. Selain itu saya merasa tidak nyaman dengan adanya petugas yang masih menunggu di dalam bilik setelah mengantar saya ke dalam bilik pada pemilu yang kemarin”, jelas Wiwit, peserta pendidikan pemilih.

Menyikapi masukan tersebut, Sri Surani dari KPU Yogyakarta Divisi Sosialiasasi mengucapkan terima kasih kepada para difabel dan akan menyampaikan hal apa saja yang harus dilakukan oleh KPPS untuk mewujudkan TPS Akses.

“Saya berterima kasih terhadap semua masukan yang ada, kami akan berupaya untuk mengimplementasikan itu semua. Namun, kami mohon maaf jika dalam pelaksanaanya masih terdapat banyak kekurangan,” papar Sri Surani.

back to top