Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pentas Teater Kolosal Terbesar 2015, Rebutan Cupu Manik Hasthagina

Pentas Teater Kolosal Terbesar 2015, Rebutan Cupu Manik Hasthagina

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY melalui seksi Rekayasa 2015 akan meyelenggarakan pementasan "Teater Kolosal Cupu Manik Hasthagina" di lapangan Paseban Bantul. Acara akan berlangsung 24 Oktober 2015. 250 pelaku seni yang berasal dari komunitas teater, mahasiswa, dan pelajar akan terlibat dalam pertunjukan itu.

Cerita diadopsi dari kisah pewayangan dan dikontekskan dengan situasi zaman. Rebutan Cupu Manik Hasthagina bercerita tentang perjuangan manusia dalam mengahdapi pelbagai persoalan hidup yang kerap menjerusmuskan manusia dan membuat orang lupa akan hakekat sebagai manusia. Manusia yang terjerumus membuatnya lebih rendah dari seekor binatang.

Naskah teater ini ditulis oleh tim seperti Imam Budi Santosa, Anes Prasetya, S. Arimba dan Tri Wahyudi.

“Naskah diselesaikan sekitar satu bulan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan beberapa bahasa Jawa. Untuk istilah tertentu, juga menggunakan bahasa wayang. Melalui tokoh utama Sugriwa, pesan yang ingin disampaikan adalah, sebagai manusia jangan memiliki sifat angkara murka dalam diri,” tutur Anes Prasetya.

Sementara Ahmad Hasfi Asmaralaya, sutradara dalam pementasan ini mengatakan telah berupaya sekuat tenaga agar pementasan ini menjadi pementasan yang istimewa dengan melibatkan teknisk multimedia.

Acara ini dijamin akan menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Yogyakarta dan tentu saja karena gratis.

back to top