Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pentas Teater Kolosal Terbesar 2015, Rebutan Cupu Manik Hasthagina

Pentas Teater Kolosal Terbesar 2015, Rebutan Cupu Manik Hasthagina

Jogjakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY melalui seksi Rekayasa 2015 akan meyelenggarakan pementasan "Teater Kolosal Cupu Manik Hasthagina" di lapangan Paseban Bantul. Acara akan berlangsung 24 Oktober 2015. 250 pelaku seni yang berasal dari komunitas teater, mahasiswa, dan pelajar akan terlibat dalam pertunjukan itu.

Cerita diadopsi dari kisah pewayangan dan dikontekskan dengan situasi zaman. Rebutan Cupu Manik Hasthagina bercerita tentang perjuangan manusia dalam mengahdapi pelbagai persoalan hidup yang kerap menjerusmuskan manusia dan membuat orang lupa akan hakekat sebagai manusia. Manusia yang terjerumus membuatnya lebih rendah dari seekor binatang.

Naskah teater ini ditulis oleh tim seperti Imam Budi Santosa, Anes Prasetya, S. Arimba dan Tri Wahyudi.

“Naskah diselesaikan sekitar satu bulan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan beberapa bahasa Jawa. Untuk istilah tertentu, juga menggunakan bahasa wayang. Melalui tokoh utama Sugriwa, pesan yang ingin disampaikan adalah, sebagai manusia jangan memiliki sifat angkara murka dalam diri,” tutur Anes Prasetya.

Sementara Ahmad Hasfi Asmaralaya, sutradara dalam pementasan ini mengatakan telah berupaya sekuat tenaga agar pementasan ini menjadi pementasan yang istimewa dengan melibatkan teknisk multimedia.

Acara ini dijamin akan menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Yogyakarta dan tentu saja karena gratis.

back to top