Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Jogja-KoPi|Puluhan warga Penumping, Gowongan, Jetis Yogyakarta bersama Satpol PP menyegel pembangunan pagar tanah di Jalan Bumijo, Jumat(12/5). Perusahaan pengembang dari Jakarta menggunakan area tanah seluas 3119 meter persegi tidak memliki izin mendirikan bangunan(IMB).

Mereka sudah melanggar peraturan daerah kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2012 tentang pembangunan gedung, mereka belum memiliki IMB dan pagar ini sudah dibangun. Oleh karena itu pembangunan ini kita segel,” Ujar Budi dari kepala seksi pengendalian operasional, Satpol PP Yogyakarta.

Sementara pihak warga sendiri merasa geram dengan sikap pemilik tanah yang memblokir akses jalan warga dengan tembok batu bata.

Hairul Ibath, seorang warga menuturkan setidaknya terdapat lima rumah yang pintu masuknya ditutup pagar batu bata setinggi satu meter selama sebulan ini. Akibatnya warga harus meloncati pagar ketika hendak keluar rumah.

“Permintaan warga untuk membuat jalan sekian meter tidak pernah diakomidir. Artinya tidak ada kemanusiaan sama sekali dari pemilik kepada warga,” tegas Hairul.

Menurut Hairul, selain pengembang ini tidak memiliki IMB, pemiliknya pun misteri. Pihak M.Linggar Afriyadi & Partner selalu mangkir dari undangan Kapolsek dan Camat Jetis.

“Mereka sama sekali tidak menunjukkan itikad baik, seperti yang kita lihat dari sejak penyegelan tadi pagi sampai kita tunggu di kantor Camat, mereka tidak kunjung datang. Padahal kami tahu bahwa mereka masih di Yogyakarta di dalam Hotel Pesonna,” jelasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top