Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Jogja-KoPi|Puluhan warga Penumping, Gowongan, Jetis Yogyakarta bersama Satpol PP menyegel pembangunan pagar tanah di Jalan Bumijo, Jumat(12/5). Perusahaan pengembang dari Jakarta menggunakan area tanah seluas 3119 meter persegi tidak memliki izin mendirikan bangunan(IMB).

Mereka sudah melanggar peraturan daerah kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2012 tentang pembangunan gedung, mereka belum memiliki IMB dan pagar ini sudah dibangun. Oleh karena itu pembangunan ini kita segel,” Ujar Budi dari kepala seksi pengendalian operasional, Satpol PP Yogyakarta.

Sementara pihak warga sendiri merasa geram dengan sikap pemilik tanah yang memblokir akses jalan warga dengan tembok batu bata.

Hairul Ibath, seorang warga menuturkan setidaknya terdapat lima rumah yang pintu masuknya ditutup pagar batu bata setinggi satu meter selama sebulan ini. Akibatnya warga harus meloncati pagar ketika hendak keluar rumah.

“Permintaan warga untuk membuat jalan sekian meter tidak pernah diakomidir. Artinya tidak ada kemanusiaan sama sekali dari pemilik kepada warga,” tegas Hairul.

Menurut Hairul, selain pengembang ini tidak memiliki IMB, pemiliknya pun misteri. Pihak M.Linggar Afriyadi & Partner selalu mangkir dari undangan Kapolsek dan Camat Jetis.

“Mereka sama sekali tidak menunjukkan itikad baik, seperti yang kita lihat dari sejak penyegelan tadi pagi sampai kita tunggu di kantor Camat, mereka tidak kunjung datang. Padahal kami tahu bahwa mereka masih di Yogyakarta di dalam Hotel Pesonna,” jelasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top