Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Jogja-KoPi|Puluhan warga Penumping, Gowongan, Jetis Yogyakarta bersama Satpol PP menyegel pembangunan pagar tanah di Jalan Bumijo, Jumat(12/5). Perusahaan pengembang dari Jakarta menggunakan area tanah seluas 3119 meter persegi tidak memliki izin mendirikan bangunan(IMB).

Mereka sudah melanggar peraturan daerah kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2012 tentang pembangunan gedung, mereka belum memiliki IMB dan pagar ini sudah dibangun. Oleh karena itu pembangunan ini kita segel,” Ujar Budi dari kepala seksi pengendalian operasional, Satpol PP Yogyakarta.

Sementara pihak warga sendiri merasa geram dengan sikap pemilik tanah yang memblokir akses jalan warga dengan tembok batu bata.

Hairul Ibath, seorang warga menuturkan setidaknya terdapat lima rumah yang pintu masuknya ditutup pagar batu bata setinggi satu meter selama sebulan ini. Akibatnya warga harus meloncati pagar ketika hendak keluar rumah.

“Permintaan warga untuk membuat jalan sekian meter tidak pernah diakomidir. Artinya tidak ada kemanusiaan sama sekali dari pemilik kepada warga,” tegas Hairul.

Menurut Hairul, selain pengembang ini tidak memiliki IMB, pemiliknya pun misteri. Pihak M.Linggar Afriyadi & Partner selalu mangkir dari undangan Kapolsek dan Camat Jetis.

“Mereka sama sekali tidak menunjukkan itikad baik, seperti yang kita lihat dari sejak penyegelan tadi pagi sampai kita tunggu di kantor Camat, mereka tidak kunjung datang. Padahal kami tahu bahwa mereka masih di Yogyakarta di dalam Hotel Pesonna,” jelasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top