Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penembak misterius Magelang tertangkap

Penembak misterius Magelang tertangkap

Magelang-KoPi| Polisi Resort Kota Magelang berhasil menangkap yang diduga pelaku penembak misterius yang meresahkan warga Magelang beberapa waktu lalu. Terduga bernama Suradi bin Sujak (33 Tahun) warga Rejosari, Magersari Kota Magelang.

Polisi menyita barang bukti berupa sepucuk senapan angin laras panjang berikut amunisi, dua buah pedang dan satu buat alat pemukul.

Suradi ditangkap di rumahnya Magersari Kota Magelang, Juma'at, 29 April 2016 pukul 01.00 dan segera dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya warga Magelang diresahkan oleh aksi teror dari penembak misterius. Setidaknya tiga karyawan perempuan mengaku menjadi korban penembakan yang terjadi tengah malam selama tiga hari berturut-turut.

Kejadian itu juga memunculkan spekulasi warga Magelang berkaitan dengan rencana pembangunan Chinatown di Borobudur.

back to top