Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemerintah Kota Yogyakarta membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD

Pemerintah Kota Yogyakarta  membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD
Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ,Edi Suharsono sampaikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2017 membuka peluang besar bagi calon siswa bertempat tinggal di Kota Yogyakarta yang akan mendaftar SD dan  SMP.
 
Edi menyebutkan calon siswa yang bertempat tinggal atau berzonasi di Kota Yogyakarta mempunyai peluang minimal 90% diterima di SMP atau SD Kota. Sementara untuk calon siswa yang bertempat tinggal dliuar kota mempunyai peluang lebih kecil.
 
"Untuk luar kota peluang diterima dengan persentase maksimal 10%,"katanya saat diwawancarai setelah jumpa pers di SMPN 5 Yogyakarta, Selasa (4/7).
Edi menjelaskan peluang penerimaan berdasarkan zonasi tersebut dikaji mengikuti aturan kuota atau jatah setiap sekolah. Sehingga penentuan kuota SMP di Kota Yogyakartan sendiri  mengikuti ketentuan zonasi calon siswa.
 
Ketentuan ini juga mengikuti peraturan baru permendikbud no 17 tahun 2017 yang memperioritaskan jarak tempat tinggal siswa sebagai pertimbangan penerimaan siswa baru. Dalam permendikbud tersebut juga disebutkan PPDB harus transparans dalan prosesnya.
 
Edi juga menambahkan untuk menciptakan PPDB yang tranparans, pihaknya juga mulai menerapkan PPDB berbasis Real Time Online(PPDB) pada tahun ini di semua sekolah di Kota Yogyakarta.
 
Selain SMP, pihaknya juga menerapkan sistem zonasi ini untuk warga Jogja yang ingin masuk SD dengan afirmasi penambahan usia 120 hari.
 
"Bagi warga jogja yang ingin masuk SD kita juga membuka peluang yang sama,dengan afirmasi penambahan usia 120 hari,"lanjutnya.
 
Meski sistem ini sudah diterapkan pada SMP namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan apakah aturan zonasi dan permendikbud juga diberlakukan pada tingkat SMA. Pasalnya PPDB untuk tingkat SMA di urus oleh dinas pendidikan dan olah raga (dikpora) Yogyakarta bukan dinas pendidikan kota Yogyakarta.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top