Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pemerintah Kota Yogyakarta membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD

Pemerintah Kota Yogyakarta  membuka peluang diterima 90% di tingkat SMP dan SD
Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta ,Edi Suharsono sampaikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2017 membuka peluang besar bagi calon siswa bertempat tinggal di Kota Yogyakarta yang akan mendaftar SD dan  SMP.
 
Edi menyebutkan calon siswa yang bertempat tinggal atau berzonasi di Kota Yogyakarta mempunyai peluang minimal 90% diterima di SMP atau SD Kota. Sementara untuk calon siswa yang bertempat tinggal dliuar kota mempunyai peluang lebih kecil.
 
"Untuk luar kota peluang diterima dengan persentase maksimal 10%,"katanya saat diwawancarai setelah jumpa pers di SMPN 5 Yogyakarta, Selasa (4/7).
Edi menjelaskan peluang penerimaan berdasarkan zonasi tersebut dikaji mengikuti aturan kuota atau jatah setiap sekolah. Sehingga penentuan kuota SMP di Kota Yogyakartan sendiri  mengikuti ketentuan zonasi calon siswa.
 
Ketentuan ini juga mengikuti peraturan baru permendikbud no 17 tahun 2017 yang memperioritaskan jarak tempat tinggal siswa sebagai pertimbangan penerimaan siswa baru. Dalam permendikbud tersebut juga disebutkan PPDB harus transparans dalan prosesnya.
 
Edi juga menambahkan untuk menciptakan PPDB yang tranparans, pihaknya juga mulai menerapkan PPDB berbasis Real Time Online(PPDB) pada tahun ini di semua sekolah di Kota Yogyakarta.
 
Selain SMP, pihaknya juga menerapkan sistem zonasi ini untuk warga Jogja yang ingin masuk SD dengan afirmasi penambahan usia 120 hari.
 
"Bagi warga jogja yang ingin masuk SD kita juga membuka peluang yang sama,dengan afirmasi penambahan usia 120 hari,"lanjutnya.
 
Meski sistem ini sudah diterapkan pada SMP namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan apakah aturan zonasi dan permendikbud juga diberlakukan pada tingkat SMA. Pasalnya PPDB untuk tingkat SMA di urus oleh dinas pendidikan dan olah raga (dikpora) Yogyakarta bukan dinas pendidikan kota Yogyakarta.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top