Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Jogja-KoPi| Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera membentuk Lembaga setingkat provinsi sebagai pengelola kawasan Malioboro.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan(Bappeda) DIY Taviv Agus Rayanto. Taviv pun melihat kawasan Malioboro dimasa mendatang akan menjadi pusat perekonomian dan pariwisata DIY.Namun demikian pembangunan ekonomi serta pariwisata berlangsung lambat.

"Selama ini saya lihat pembangunan di wilayah Malioboro melambat ,dan tidak pernah selesai karena diurusi oleh dua pemerintah. Maka dibutuhkan suatu lembaga setingkat provinsi yang fokus mengurusi dan mensinergikan pembangunan di kawasan ini," ujar Taviv di Kompleks Kantor Gubenur DIY,Senin (7/8).


Oleh karenanya,ia menjelaskan pembentukan lembaga ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan di kawasan Malioboro.ia menambahkan lembaga tersebut dibuat untuk bertugas membuat perencanaan masa depan, mensinergikan dan mendorong percepatan pembangunan.

Sementara lembaga ini direncanakan akan berbentuk seperti Sekretaris bersama (Sekber) pengelolaan sampah Kartomantul yang sudah ada saat ini. Anggotanya terdiri dari perwakilan berbagai macam SKPD kota Yogyakarta dan Pemda DIY.

Taviv mengatakan konsep perencanaan pengembangan dan pembangunan di Kawasan Malioboro akan dibawahi Lembaga ini. Dan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh SKPD yang tergabung didalamnya.

"Isi SKPD nya seperti Dinas Pariwisata, Kebudayaan ,Satpol PP, UPT Malioboro dan Dinas PU,"Ucapnya.

Kedepan ,lembaga ini tidak hanya mengurusi Jalan Malioboro saja. Namun pembangunan dan pengaturan di daerah sekitar jalan Malioboro juga menjadi fokus perhatian.

Seperti pembangunan pedestrian disekitar stasiun tugu ,Kota baru, pengaturan perparkiran di sisi sisi Jalan Malioboro serta pengaturan lalu lintas di Jalan Bhayangkara dan Jalan Mataram di belakang jalan utama Malioboro.

"UPT Malioboro yang sudah ada kemungkinan tetap dipertahankan. Hanya tugasnya lebih ke teknis pengerjaan dilapangan,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi YB Jarot Budi Harjo mengatakan lembaga ini ditargetkan dibentuk pada akhir 2017. Dan pihaknya saat ini tengah menyusun tugas, wewenang,tanggung jawab serta komunikasi antar SKPD|Syidiq SyaifulArdli

back to top