Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Jogja-KoPi| Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera membentuk Lembaga setingkat provinsi sebagai pengelola kawasan Malioboro.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan(Bappeda) DIY Taviv Agus Rayanto. Taviv pun melihat kawasan Malioboro dimasa mendatang akan menjadi pusat perekonomian dan pariwisata DIY.Namun demikian pembangunan ekonomi serta pariwisata berlangsung lambat.

"Selama ini saya lihat pembangunan di wilayah Malioboro melambat ,dan tidak pernah selesai karena diurusi oleh dua pemerintah. Maka dibutuhkan suatu lembaga setingkat provinsi yang fokus mengurusi dan mensinergikan pembangunan di kawasan ini," ujar Taviv di Kompleks Kantor Gubenur DIY,Senin (7/8).


Oleh karenanya,ia menjelaskan pembentukan lembaga ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan di kawasan Malioboro.ia menambahkan lembaga tersebut dibuat untuk bertugas membuat perencanaan masa depan, mensinergikan dan mendorong percepatan pembangunan.

Sementara lembaga ini direncanakan akan berbentuk seperti Sekretaris bersama (Sekber) pengelolaan sampah Kartomantul yang sudah ada saat ini. Anggotanya terdiri dari perwakilan berbagai macam SKPD kota Yogyakarta dan Pemda DIY.

Taviv mengatakan konsep perencanaan pengembangan dan pembangunan di Kawasan Malioboro akan dibawahi Lembaga ini. Dan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh SKPD yang tergabung didalamnya.

"Isi SKPD nya seperti Dinas Pariwisata, Kebudayaan ,Satpol PP, UPT Malioboro dan Dinas PU,"Ucapnya.

Kedepan ,lembaga ini tidak hanya mengurusi Jalan Malioboro saja. Namun pembangunan dan pengaturan di daerah sekitar jalan Malioboro juga menjadi fokus perhatian.

Seperti pembangunan pedestrian disekitar stasiun tugu ,Kota baru, pengaturan perparkiran di sisi sisi Jalan Malioboro serta pengaturan lalu lintas di Jalan Bhayangkara dan Jalan Mataram di belakang jalan utama Malioboro.

"UPT Malioboro yang sudah ada kemungkinan tetap dipertahankan. Hanya tugasnya lebih ke teknis pengerjaan dilapangan,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi YB Jarot Budi Harjo mengatakan lembaga ini ditargetkan dibentuk pada akhir 2017. Dan pihaknya saat ini tengah menyusun tugas, wewenang,tanggung jawab serta komunikasi antar SKPD|Syidiq SyaifulArdli

back to top