Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Pelihara ikan di sawah lebih untung ketimbang di kolam

Pelihara ikan di sawah lebih untung ketimbang di kolam

Sleman – KoPi, Budidaya ikan sistem minapadi, ternyata memberikan keuntungan bagi petani, yakni produktivitas padi gabah kering panen meningkat. Berdasarkan hasil ubinan untuk varietas Ciherang 11, 2 ton/hektar gabah kering panen, varietas mandala 12, 5 ton/hektar gabah kering panen dan Varietas Ir 64 super 11, 04 ton/hektar gabah kering panen.

Sementara untuk pertumbuhan ikan meningkat 2-3 kali lipat dibanding memelihara ikan di kolam biasa. Di samping itu, kelebihannya dapat meminimalisir serangan hama tikus pada padi karena menggunakan caren atau parit keliling.

Seperti disampaikan Sigit Pramono, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Muda Samberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman, pada Senin (28/4/2014) lalu telah dilakukan penebaran perdana benur udang galah percontohan atau udang galah padi oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX didampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi, Kasubbid Budidaya Air Tawar Kementrian Kelautan dan Perikanan RI Ir Rachma Farida, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir. Widi Sutikno, MSi.

Benih udang galah yang ditebar merupakan bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI sejumlah 50.000 ekor usia 2 bulan dengan 5 bidang sawah tanaman padi usia 10 hari. Bantuan yang diberikan juga berupa persiapan penyiapan lahan dan pakan 1,2 ton. “Panen udang dalam jangka waktu tiga bulan diharapkan lima kolam dapat mencapai satu ton udang galah,” kata Sigit Pramono, hari ini.

Percontohan budidaya udang galah padi semakin memajukan sektor perikanan. Kebutuhan akan ikan per tahunnya di DIY,  mencapai kurang lebih 90 ribu ton. Sementara produksi ikan per tahunnya baru mencapai kurang lebih 70 ribu ton. Jadi, di DIY mengalami defisit produksi perikanan sebesar 20 ribu ton per tahunnya. Lebih dari 30 persen konsumsi ikan DIY harus didatangkan dari luar DIY. Dari sekitar 70 ribu ton produksi ikan per tahun di DIY, masyarakat perikanan Sleman telah mampu memberikan kontribusi 28 persen dari produksi ikan per tahun di DIY.

Dari tahun ke tahun produksi ikan di Sleman semakin meningkat. Dengan demikian, ke depan usaha budidaya perikanan dapat menjadi sektor usaha unggulan di Kabupaten Sleman. Hal ini mengingat potensi usaha perikanan di Sleman cukup besar dan sangat potensial untuk lebih dikembangkan lagi.

Dijadikannya Sleman sebagai daerah percontohan budidaya udang galah padi ini, menurut Bupati Sleman, tentunya akan semakin meningkatkan kapasitas produksi perikanan serta semakin menjadikan produk perikanan Sleman semakin beragam.

Perikanan dan pertanian tanaman pangan, bagaikan dua sisi mata uang. Jika perikanan yang dikembangkan, pasti akan mempengaruhi produktifitas sektor pertanian tanaman pangan. Namun demikian, model pola budidaya udang galah padi ini, dapat menjawab persoalan tersebut. Dengan model ini, diharapkan antara perikanan ikan dan budidaya tanaman pangan menjadi sinergi. Petani dapat bersama-semama membudidayakan udang sekaligus menanam padi. “Jika ini berhasil, tentunya dapat semakin memantapkan upaya kita dalam menguatakan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Reporter: Affan Safani Adham

 

back to top