Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Jogja-KoPi| Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menghimbau kepada semua orang tua agar lebih memperhatikan anaknya yang duduk di bangku sekolah. Menurutnya kasus klitih yang terjadi pada Sabtu (11/3) di Balaikota rata-rata pelaku klitih memiliki latar belakang keluarga yang tak harmonis sehingga orang tua kurang memantau anak mereka.

"Sang Joki, AI, kedua orang tuanya sudah berpisah saat usia sembilan bulan, rata-rata disini pelaku berusia di bawah umur dan broken home," jelas Tommy memberikan keterangan pada pers di Polresta DIY, Selasa (14/3)

Tommy berpesan kepada semua orang tua agar bertindak tegas kepada anaknya. Seperti tidak memberikan kendaraan motor atau mobil jika belum saatnya. Tidak hanya itu,Tommy juga meminta kepada semua orang tua juga tidak memberikan izin untuk keluar malam.

"Mereka padahal masih sekolah, jadi ya tidak boleh pergi malam-malam dan pulang larut sampai jam 2 pagi," tegas Tommy.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri meminta orangtua agar mencegah anak bertindak kriminal. Aturan yang tegas dan perhatian penuh pada anak menjadi kunci mengantisipasi tindak klitih di Yogyakarta.

"Pihak orang tua harus memberikan perhatian penuh ke anajbya,kalo mereka dibawah umur jangan diberikan motor. Dalam mengantisipasi klitih ini perlu ada kerja sama dari semua pihak, kepolisian, keluarga, masyarakat dan banyak lagi," tekan Ahmad Dofiri.

Berkaitan dengan kasus klitih di Yogyakarta sendiri yang mulai mengarah ke tingkat yang mengkhawatirkan, Ahmad Dofiri meminta masyarakat agar tetap tenang. Ahmad beserta kepolisian akan terus menjaga keamanan malam hari dengan mengintesifkan razia dan patroli malam untuk mencegah tindakan kasus klitih.

"Ya masyarakat tidak apa apa menikmati waktu malam Yogyakarta, kita kepolisian akan mengintesifkan kegiatan patroli malam dan razia, kita tidak ingin melarang larang masyarakat dengan aturan larangan jam khusus," pungkas Ahmad Dofiri. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top