Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Jogja-KoPi| Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menghimbau kepada semua orang tua agar lebih memperhatikan anaknya yang duduk di bangku sekolah. Menurutnya kasus klitih yang terjadi pada Sabtu (11/3) di Balaikota rata-rata pelaku klitih memiliki latar belakang keluarga yang tak harmonis sehingga orang tua kurang memantau anak mereka.

"Sang Joki, AI, kedua orang tuanya sudah berpisah saat usia sembilan bulan, rata-rata disini pelaku berusia di bawah umur dan broken home," jelas Tommy memberikan keterangan pada pers di Polresta DIY, Selasa (14/3)

Tommy berpesan kepada semua orang tua agar bertindak tegas kepada anaknya. Seperti tidak memberikan kendaraan motor atau mobil jika belum saatnya. Tidak hanya itu,Tommy juga meminta kepada semua orang tua juga tidak memberikan izin untuk keluar malam.

"Mereka padahal masih sekolah, jadi ya tidak boleh pergi malam-malam dan pulang larut sampai jam 2 pagi," tegas Tommy.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri meminta orangtua agar mencegah anak bertindak kriminal. Aturan yang tegas dan perhatian penuh pada anak menjadi kunci mengantisipasi tindak klitih di Yogyakarta.

"Pihak orang tua harus memberikan perhatian penuh ke anajbya,kalo mereka dibawah umur jangan diberikan motor. Dalam mengantisipasi klitih ini perlu ada kerja sama dari semua pihak, kepolisian, keluarga, masyarakat dan banyak lagi," tekan Ahmad Dofiri.

Berkaitan dengan kasus klitih di Yogyakarta sendiri yang mulai mengarah ke tingkat yang mengkhawatirkan, Ahmad Dofiri meminta masyarakat agar tetap tenang. Ahmad beserta kepolisian akan terus menjaga keamanan malam hari dengan mengintesifkan razia dan patroli malam untuk mencegah tindakan kasus klitih.

"Ya masyarakat tidak apa apa menikmati waktu malam Yogyakarta, kita kepolisian akan mengintesifkan kegiatan patroli malam dan razia, kita tidak ingin melarang larang masyarakat dengan aturan larangan jam khusus," pungkas Ahmad Dofiri. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top