Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Sleman-KoPi| Panitia Lokal 46 Yogyakarta sekaligus penyelenggara Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negara (SBMPTN) 2018 bersiap menerima lonjakan jumlah pendaftar SBMPTN tahun 2018. Panlok yang terdiri dari UNY, UGM, UPN, UIN, dan ISI ini setidaknya sudah menyiapkan kursi sebanyak 43.500 untuk penyelenggaraan SBMPTN di Yogyakarta.
 
"Prediksi nya jumlah pendaftar SBMPTN 2018 dapat mencapai jumlah sekitar 42.000 peserta dan ada kenaikan dibandingkan tahun lalu. Sebagai antisipasi kenaikan jumlah pendaftar, Panlok 46 Yogyakarta menyiapkan 43.500 kursi," ujar ketua koordinator Panlok 46, Prof. dr. Margana, M.hum saat jumpa pers di Ruang Sidang Senat Rektorat UNY, Selasa (24/4).
 
Margana yang juga menjabat sebagai wakil rektor I UNY juga, pihaknya membagikan penentuan kursi ke lima PTN berbeda dan berdasarkan kategori jurusan-jurusan yang dipilih peserta. Untuk jurusan sains dan teknologi (Saintek), ujian diselenggarakan di UGM dan di ISI. Jurusan Sosial humaniora (Soshum) di selenggarakan di UPN dan di UNY. Dan terakhir jurusan campuran di selengarakan di UIN Suka. 
 
Ujian Tulis SBMPTN sendiri dilaksanakan dengan dua model, yaitu ujian Tulis Berbasis Cetak/UTBC ( Paper Based Testing) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer /UTBK (Computer Based Testing/CBT). Kuota untuk UTBC ,Panlok menyiapkan kursi hingga kurang lebih 42.000. Sementara untuk peserta yang mengikuti UTBK tahun 2018 sudah memenuhi kuota yang ditetapkan Panlok yaitu 1845 peserta. Rincian jumlah peserta UTBK yaitu UNY: 470 , UGM: 810, UIN :240, UPN: 300, ISI:25.
 
"Untuk pelaksanaan UTBK, dengan pertimbangan kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana, Panlok 46 Yogyakarta baru dapat menampung dengan jumlah tersebut. Pendaftar untuk UTBC sampai Selasa pagi tadi pukul 08.00, jumlahnya itu 30.789. Sementara total pendaftar sampai 32.647,"tuturnya.
 
Margana mengimbuhkan, melihat angka yang lebih dari 30.000 pendaftar tersebut kemungkinan melebihi jumlah pendaftar SBMPTN tahun 2017 yang berjumlah 39.305. Hal ini karena Pendaftaran SBMPTN sendiri masih dibuka selama tiga hari kedepan hingga tanggal 27 April. Pendaftaran sudah buka sejak tanggal 5 April. 
 
Berkaitan dengan alokasi daya tampung SBMPTN, setiap PTN memasang jumlah batas/ kuota mahasiswa dengan presentase yang bervariasi untuk SBMPTN. UNY sendiri memiliki kuota untuk SBMPTN berjumlah 1648 (35%), UGM berjumlah 2842(40%), UIN berjumlah 526, UPN berjumlah 1214 peserta (40%), ISI 414 (40%). 
 
Selanjutnya mengenai tanggal dan waktu pelaksanaan SBMPTN 2018 adalah tanggal 8 Mei 2018 untuk pelaksanaan UTBC dan UTBK. Ujian keterampilan pada tanggal 9 dan atau 11 Mei 2018 bagi yang memilih prodi Seni dan Olahraga. Barulah pengumuman hasil seleksi pada tanggal 3 Juli 2018. 
 
Sementara itu, Dr. Irhas Effendi salah satu koordinator Panlok 46 menekankan agar para peserta benar-benar memperhatikan tanggal, tempat, dan waktu ujian. Pasalnya untuk SBMPTN 2018 tidak ada toleransi bagi peserta yang datang terlambat atau salah lokasi ujian. 
 
"Dulu ada kasus peserta salah lokasi ujian, namun masih diperbolehkan melanjutkan ujian walau terlambat, tapi sekarang sudah tidak bisa. Tidak boleh terlambat juga sampai lebih dari 30 menit," ujar Effendi yang juga menjabat sebagai wakil rektor I UPN. 
back to top