Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Pakde Karwo Usul Mendag Beli Sapi Pengungsi Gunung Agung

Pakde Karwo Usul Mendag Beli Sapi Pengungsi Gunung Agung

Surabaya-KoPi| Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengusulkan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita untuk membeli sapi ternak milik pengungsi Gunung Agung di Provinsi Bali. Pasalnya, kebutuhan daging sapi secara nasional masih kekurangan 840 ribu ton.

Usulan itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat diwawancarai wartawan terkait berita Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang meminta Jatim untuk membeli sapi pengungsi Gunung Agung. Wawancara itu dilakukan usai Sidang Paripurna DPRD di Gedung DPRD Jatim, Senin (2/10).

Pakde Karwo mengatakan, usulan itu adalah solusi yang tepat karena pusat masih kekurangan daging sapi, sedangkan disisi lain, pengungsi Gunung Agung dapat mengungsi dengan tenang karena sapinya sudah dibeli. Sampai saat ini, banyak pengungsi yang masih sering pulang ke rumah untuk memberi makan ternak mereka.

Ditambahkan, Pemprov Jatim tidak bisa membeli sapi tersebut karena Jatim memiliki kelebihan 330 ribu sapi, bahkan 31% total sapi Indonesia atau sebanyak 4,3 juta ekor sapi berasal dari Jatim. Selain itu, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Pemprov Jatim, tidak ada anggaran khusus untuk membeli sapi Gunung Agung.

Bunga dan Pajak Murah Geliatkan Pembangunan

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga menegaskan perlunya pemberian suku bunga dan pajak rendah, apalagi pada saat krisis seperti saat ini. “Pada saat ekonomi kritis, seharusnya pembelian rumah tarifnya rendah. Sehingga masyarakat bisa membeli rumah” katanya.

Menurut Pakde Karwo, jika pembelian rumah laris, maka multiplier effect nya banyak. Pasalnya, proses ekonomi akan berjalan karena terdapat 110 jenis pekerjaan yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah, seperti tukang cat, tukang batu, tukang kayu, kemudian pembelian pasir, batu bata, dan sebagainya.

“Konsep tarif pembelian rumah murah ini dilakukan di berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Taiwan untuk menggerakkan ekonomi disaat situasi ekonomi sedang lesu” pungkasnya.

Tiga Agenda Paripurna

Sidang paripurna DPRD Jatim hari ini membahas tiga kegiatan. Pertama, Perubahan Ketiga Program Pembentukan Perda (Propperda) Prov Jatim Tahun 2017 , kedua tanggapan dan atau jawaban Fraksi atas pendapat gubernur terhadap raperda insiatif DPRD tentang Pengelolaan barang milik daerah, dan ketiga Persetujuan Bersama Terhadap Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2018 (humasjatim:adit)

back to top