Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Pakde Karwo Usul Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Pada KB

Pakde Karwo Usul Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Pada KB

Surabaya-KoPi| Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengusulkan untuk memberi bantuan usaha ekonomi produktif pada keluarga berencana/KB. Ini penting dilakukan karena dalam KB terdapat pasangan usia subur yang keduanya aktif bekerja, sehingga akan efektif menekan laju pertumbuhan penduduk/LPP.

“Bagi pasangan usia subur yang aktif bekerja, mereka akan membuat perencanaan dan kontrol kelahiran sendiri atau built in control,” ungkap Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim usai pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan serta serah terima jabatan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN Prov. Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin(02/10).

Pakde Karwo menjelaskan, pemberian bantuan ekonomi produktif nantinya bisa dikolaborasikan dengan program Taman Posyandu. Melalui Taman Posyandu selain untuk pengawasan kesehatan anak, orang tua juga dididik tentang pola asuh yang benar. Karenanya, pola pemberian bantuan ini harus bisa menjadi alat rekayasa keluaga berencana. “Menurut saya akan sangat efektif jika pola bantuan modal ini ditumpangkan di Taman Posyandu, karena perempuannya akan semakin produktif,” terangnya.

Ditambahkan, untuk capaian program kependudukan, saat ini LPP Jatim nilainya relatif baik dan rendah dibanding nasional yakni 0,59%. Selain itu, berdasarkan sensus BPS per Maret 2017 nilai total fertility rate (TFR) Jatim juga berada di posisi 1,94. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi sinergitas pembangunan dan kekompakan antar pelaksana program KB di Jatim. “Penekanan jumlah laju penduduk ini sangat penting, sebab berapapun pertumbuhan ekonominya akan sia-sia jika jumlah penduduknya terus melaju pesat,” tukas Pakde Karwo.

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo juga menerangkan tentang masih tingginya usia kawin pertama perempuan di bawah 20 tahun dari jumlah perkawinan yang ada, khususnya di daerah yang kemiskinannya tinggi seperti Sampang dan Bangkalan. Peningkatan usia perkawinan pertama perempuan ini akan berdampak pada tingkat fertilitas perempuan, sehingga akan menekan TFR. “Saya harap seluruh pengelola program KB mampu memberikan pelayanan maksimal di daerahnya, khususnya bagi pasangan usia subur,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim yang baru Yenrizal Makmur, SP, MM menggantikan kepala yang lama yaitu Drs. Kushindarwito, M.AP. Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf, Forkopimda Prov. Jatim, dan kepala OPD di lingkungan Pemprov. Jatim. (Humasprovjatim:dwi)

 

back to top