Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Pakde Karwo: Sport Science Pacu Prestasi Atlet

Pakde Karwo: Sport Science Pacu Prestasi Atlet

Surabaya-KoPi| Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang olahraga atau sport science sangat penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Di beberapa negara maju, sport science sudah dikembangkan sejak lama. Untuk itu, sport science harus terus dikembangkan di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34 Tahun 2017 di GOR Futsal Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (27/9). 

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, sport science ini penting dilakukan terlebih saat ini eranya pengetahuan dan teknologi. Hampir semua bidang memanfaatkan hal ini, seperti ekonomi, seni dan budaya. Dalam bidang olahraga, penerapan sport science bisa dilakukan sejak seseorang mulai lahir hingga berusia 8 tahun. “Masa ini paling bagus dalam pembentukan kualitas otak, jadi gizinya harus baik, baru setelah itu dilakukan pembinaan,” terangnya.

Konsep sport scince ini tak hanya mempelajari fisik semata, tapi juga anatomi, fisiologi, biomekanika, statistik, nutrisi, psikologi, tes pengukuran, dan sejarah. Termasuk mengecek kualitas organ tubuh seorang atlet mulai jantung, paru-paru dan otot. Pemprov Jatim sendiri terus melakukan kerjasama termasuk dengan Australia Barat terkait hal tersebut. “Siang ini kami akan MoU dengan Australia Barat di Grahadi,” kata Pakde Karwo.

Ditambahkannya, beberapa negara besar yang sering menjuarai ajang internasional seperti Olimpiade memiliki SDM yang baik. Hal ini karena mereka memperhatikan dua hal, yakni kesehatan dan pendidikan. Selain fisik yang bagus, seorang atlet juga harus memiliki kecerdasan. “Dua hal ini saling terkait,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo mengapresiasi Unesa yang memiliki fokus disiplin di bidang olahraga dan sudah menerapkan sport science. Untuk itu, kerjasama antara Pemprov Jatim dan Unesa di bidang sport scince terus dilanjutkan. “Ini harus dirujuk di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Nasionalisme Konkret

Menurut Pakde Karwo, prestasi yang diraih para atlet di ajang internasional sangat berkaitan dengan nasionalisme dan cinta tanah air. Dimana bendera merah putih berkibar di luar negeri hanya dua kali, saat kunjungan Presiden dan saat seorang atlet berprestasi di ajang internasional. “Ini merupakan bentuk nasionalisme yang konkret, menaikkan harkat dan martabat bangsa Indonesia melalui naiknya bendera merah putih di luar negeri,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Pakde Karwo minta para penanggungjawab dalam bidang olahraga untuk terus berinterospeksi. Kontribusi apa saja yang telah diberikan kepada bangsa dan negara dalam ajang internasional. Ia juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim untuk mencari bibit sejak awal, setelah itu diserahkan kepada KONI untuk dilakukan pembinaan. “Prestasi ini membuat produktivitas naik karena bangga,” katanya.

Tema peringatan Haornas kali ini adalah "Olahraga Menyatukan Kita". Melalui tema ini Pakde Karwo berharap tumbuh semangat sportivitas dan jiwa ksatria sebagai bagian mempererat persatuan dan kesatuan. Ia juga berharap agar para atlet Indonesia khususnya Jatim mampu berprestasi dan membanggakan di ajang PON Papua dan Asian Games mendatang.

Usai upacara, dilaksanakan penandatanganan MoU tentang pelaksanaan standarisasi, akreditasi dan sertifikasi Tenaga Keolahragaan antara Dispora Prov Jatim dan KONI Jatim, serta MoU tentang kerjasama pendidikan, penanganan anak bermasalah dan berkebutuhan khusus, penyandang masalah kesejahteraan sosial, seni budaya dan olahraga di Jatim antara Gubernur Jatim dan Rektor Unesa. Dalam kesempatan ini Pakde Karwo juga memberikan tanda penghargaan kepada atlet, pelatih dan instansi peduli olahraga di Jatim seperti Bank Jatim yang diterima oleh Dirut Bank Jatim, R. Soeroso. (humaspemprovjatim/dewi)

 

back to top