Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan

Surabaya-KoPi| Pendonor yang menyumbangkan darahnya di Palang Merah Indonesia adalah pejuang kemanusiaan. Alasannya para pendonor mengikhlaskan darahnya digunakan orang yang membutuhkan tanpa mengetahui asal usulnya.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Penganugerahan Piagam Penghargaan dan Lancana Untuk Pendonor Darah Sukarela 75 kali PMI Prov. Jatim oleh Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (3/10).

Menurut Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, para pendonor yang telah ribuan kali menolong nyawa orang yang membutuhkan darah menjadi cerita kemanusiaan yang patut mendapatkan apresiasi.  “Mereka meyumbangkan darah tanpa mengharapkan pamrih,” akrabnya.

Sebagai wujud apresiasi Pemerintah kepada para pendonor yang telah 75 kali menyumbangkan darahnya secara rutin, lanjutnya, diberikan penghargaan berupa piagam. Penghargaan diberikan karena dalam satu tahun pendonor mendonorkan darahnya sebanyak 4-5 kali. “Teruslah beramal dalam mendonorkan darah agar bisa dimanfaatkan orang yang membutuhkan” ujarnya saat menyerahkan piagam kepada 501 pendonor darah.

Stok Darah PMI Jatim aman

Ketua PMI Jatim, H. Imam Utomo menjelaskan stok darah yang ada di PMI Jatim aman. Pada tahun 2017 telah terkumpul sekitar 855 ribu kantong darah. Angka tersebut melebihi target  PMI yaitu sebesar 774 ribu kantong darah. Dari jumlah tersebut yang terpakai sebesar 582 kantong darah.”Jumlah tersebut dikarenakan banyaknya kepedulian masyarakat Jatim yang secara sukarela mendonorkan darah. Banyak pendonor yang ketagihan mendonorkan darah, karena membuat badan lebih sehat,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk meningkatkan minat masyarakat Jatim dalam mendonorkan darah, PMI Jatim mulai mengajak anak usia sekolah untuk ikut bagian didalamnya. PMI Jatim berusaha melakukan sosialisasi di SD, SMP dan SMA untuk mulai mau menjadi pendonor darah. Selain itu, setiap HUT  pada tanggal 17 September, PMI memberikan penghargaan kepada penyumbang darah yang sukarela menyumbangkan darahnya secara teratur tanpa pamrih, tulus dan ihklas tanpa melihat suku dan jenis kelamin. (humaspemprovjatim/Tra)

back to top