Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pakde Karwo Dampingi Panglima TNI Ziarah ke Makam Gus Dur

Pakde Karwo Dampingi Panglima TNI Ziarah ke Makam Gus Dur
Jombang-KoPi| Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mendampingi Panglima TNI Republik Indonesia, Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo berziarah ke makam Presiden Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jalan Irian Jaya No. 10 Tebuireng, Diwek, Kab. Jombang, Senin (18/9).
 
Ziarah diawali dengan penghormatan, mengheningkan cipta dan meletakkan karangan bunga. Kemudian, penghormatan akhir dan ditutup dengan doa. 
 
Kepada media, Panglima TNI, Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo mengatakan, tujuan ziarah untuk mengingatkan seluruh pihak, terutama jajaran TNI agar meneladani jiwa pejuang dari para kiai dan santri yang tidak takut mati ketika melawan penjajah dan sekutu pada 10 November 1945 lalu.
 
“Waktu itu, kiai dan santri bersatu dengan TNI bersama-sama melawan Inggris dan sekutunya. Inilah yang dikatakan bahwa bangsa ini tidak takut mati. Perlu saya ingatkan, bahwa yg membunuh pimpinan musuh, yakni Brigadir Jenderal AWS Mallaby bukanlah TNI, tapi santri membunuh” katanya.
 
Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Pengasuh Ponpes Tebu Ireng, KH. Kikin Abdul Hakim atau yang akrab disapa Gus Kikin, Gus Lukman, serta para pimpinan dan pasukan TNI. (humasjatim:adit)
 
Surabaya, 18 September 2017 
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
TTD
Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005
 
back to top